POJOKSATU.id, Kota Bandung - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Asep Saeful Gufron menyampaikan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) diharapkan transparan, objektif, akuntabel, dan berkeadilan.

Terlebih Asep menyebut bahwa SPMB ini adalah milik warga masyarakat Kota Bandung.

"Dalam pelaksanaannya tentu ada yang diterima dan ada yang tidak, sesuai dengan kuota yang tersedia di TK Negeri, SD Negeri, dan SMP Negeri. Bagi yang tidak terakomodir di SD dan SMP negeri, pemerintah memiliki kebijakan Wali Kota yaitu program RMP(Rawan Melanjutkan Pendidikan)," jelas Asep di kantor Disdik, Rabu 20 Mei 2026.

Dimana siswa akan disalurkan ke SD dan SMP swasta yang bekerja sama dengan pemerintah, tidak dikenai biaya.

Pihaknya menginginkan SPMB berjalan transparan dan berintegritas.

Karenanya dihimbau masyarakat harus menghindari hal-hal yang merugikan seperti praktik gratifikasi atau iming-iming dari oknum yang mengaku bisa memasukkan ke sekolah tertentu.

"Kabar ada pihak yang bisa “mengatur” masuk sekolah tertentu, itu tidak benar. Jangan mudah terpancing atau terprovokasi. Apalagi sampai ada transaksi. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai hal seperti itu," imbuhnya.

Saat ini kata Asep pihaknya sedang memitigasi risiko dan memperkuat pengawasan.

Pihaknya juga melibatkan tim SPMB dan kepala sekolah untuk memastikan sistem berjalan transparan. Selain itu.

"Kami meminta bantuan semua pihak untuk melaporkan jika ada hal yang mencurigakan," ujarnya seraya mengatakan sosialisasi selain dilakukan ke masyarakat atau orang tua calon pendaftar juga diberikan ke aparat di kewilayahan atau kecamatan.

"Kami sudah melibatkan 30 kecamatan untuk membantu sosialisasi tahapan SPMB. Para camat juga membantu memberikan pemahaman kepada warga agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat. Saat ini masih tahap pendataan yang berlangsung sampai 5 Juni sedangkan pendaftaran akan dimulai pada 8 Mei hingga 12 Juni," bebernya.

Masih kata Asep, semua sekolah memiliki kesempatan yang sama karenanya ia mengimbau masyarakat untuk mengikuti seluruh tahapan dengan benar, tidak mudah percaya informasi yang tidak jelas, dan segera berkonsultasi ke dinas atau sekolah jika ada kesulitan.