POJOKSATU.id, Kabupaten Bandung - Direktur Utama Perum Bulog
Ahmad Rizal Ramdhani membagikan bantuan pangan kepada 1.442 Kepala Keluarga penerima manfaat di Desa Arjasari Kabupaten Bandung.
"Kegiatan penyaluran bantuan pangan yang kita laksanakan secara rutin dan bantuan pangan ini diberikan dari bapak presiden RI Prabowo Subianto kepada 33,2 juta penerima manfaat di seluruh tanah air, kebetulan untuk di Arjasari ini satu desa 1.442 KK," jelas Ahmad di lokasi, Sabtu 23 Mei 2026.
Pada gelombang kedua di kabupaten Bandung ini, kata Ahmad selain beras 20 kg juga diberikan minyak kita sebanyak 4 kg untuk dua bulan.
"Jadi bantuan ini harapannya memberikan stimulas kepada sodara kita bapak ibu yang masuk desill 1-3 dan mudah-mudahan meringankan dampak ekonomi global yang terjadi saat ini. Masyarakat sangat menunggu bantuan ini, karena bantuan cukup membantu perekonomian terdampak ekonomi global," ujarnya.
Kata Ahmad kendati kondisi saat ini terdampak ekonomi global, namun Bulog memiliki cadangan cukup besar sudah mencapai 5,38 juta ton sehingga masyarakat tidak perlu bimbang dan ragu.
Stok tersebut, bisa bertahan sampai nanti tahun depan tepatnya hingga sekitar bulan Maret-April.
"Dan terkait informasi isu, pemanasan global dan sebagainya juga tidak perlu bimbang dan ragu karena stok kita banyak. Tambah lagi program pertanian yang ada kegiatan pompasisasi berjalan sehingga teman petani tetap bisa bercocok tanam, harapannya panen tetap berjalan minimal satu bahkan dua kali periode panen lagi walau tergantung dengan irigasi," harapnya.
Ahmad mengulang stok beras secara nasional ada di nasional sudah 5,38 juta ton dan stok provinsi Jawa Barat sendiri sebanyak 845 ton.
Provinsi Jabar sendiri disebut lumbung pangan no dua tebersar setelah Jatim.
"Masyarakat Jabar memiliki stok banyak bahkan sebagai produsen beras juga yang kita kirim ke wilayah Riau, Natuna dan sebagainya sehingga saling mengisi membantu sodara di pulau lain," paparnya.
Lanjut Ahmad hasil putusan rapat dengar pendapat (RDP) dengan komisi IV DPR RI, pihaknya sudah mengajukan penambahan bantuan pangan untuk masyarakat diberikan pada bulan bulan berikutnya.
Dan itu disetujui sehingga mudah-mudahan hasil keputusan dapat mendorong ke rapat terbatas menko pangan agar disetujui sehingga masyarakat menerima kembali bantuan dengan program program berikutnya.
Disinggung jika masih ada warga belum mendapatkan bantuan, dikatakan Ahmad pendataan hasil pengajuan dari dinas sosial di masing-masing daerah.
"Penerima harus membawa surat undangan dari dinsos jadi semua yang dapat bantuan pangan itu masuk desil 1-3 berdasarkan data dinsos daerahnya. Membawa KTP lalu dicocokkan, namun apabila kaya beliau ini mengambilkan punya isteri harus membawa KK, jadi masalah penambahan ataupun tidak tergantung data dinsos di masing-masing daerah kabupaten kota maupun sampai desa. Dengan data tersebut baru bisa memberikan bantuan dan setelah mendapat data ini nanti kami kroscek dengan aplikasi kami aplikasi 'bantuan pangan' jadi semua terrecord dengan dan terlaporkan sampai pusat," tegasnya.
Dua warga penerima bantuan ibu Dedeh (78) dan bapak Ajo (80) mengaku gembira mendapat bantuan tersebut dan berharap bantuan terus diberikan.
"Gembira aja dikasih bantuan pangan dari bapak presiden Prabowo, terimakasih pak presiden, semoga kami selalu dibantu," ujar Ajo.
"Ah abi mah atos pisan weh dipasihan kieu teh," sambung Dedeh.



