POJOKSATU.id, Kota Bandung
- Sampaikan swasembada pangan itu nyata kepada mahasiswa, Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengajak mahasiswa meninjau ke Gudang Bulog Utama di Jl Mahar Matanegara Kota Cimahi, Sabtu 23 Mei 2026.

"Kita saksikan bersama dengan adik-adik mahasiswa dari seluruh Bandung. Ini perwakilan dari UPI, dari Muhamadiyah dan lain sebagainya hadir di sini untuk tadi kita diskusi tentang ketahanan pangan, khususnya suasembada pangan beras. Nah ini untuk memperlihatkan ke adik-adik bahwa swasembada pangan itu nyata adanya," jelas Ahmad.

Ahmad menegaskan kini Bulog betul-betul swasembada pangan dengan stok 5,37 juta ton atau hampir 5,38 juta ton.

Ahmad mengklaim jumlah itu tertinggi dalam sejarah Indonesia.

Stok ini lanjutnya, sangat mampu untuk menjamin ketersediaan pangan sampai di tahun 2027 nanti di pertengahan.

Kendati sekarang sedang ada dinamika global mulai dari informasi perubatan iklim dan lain sebagainya.

"Namun dengan kondisi beras Bulog yang berlimpah ini mampu untuk menjaga kestabilan pangan sampai dengan pertengahan 2027 ke depan," jelasnya seraya menanyakan langsung bagaimana kualitas beras dan kemasan beras Bulog saat ini.

"Benar swasembada pangan, kualitas bagus dan kemasan juga tadi sempat diuji saat jatuh tidak mudah pecah karung kemasannya," ujar salah seorang mahasiswa.

Untuk mengembirakan petani di Jawa Barat sekarang tengkulak-tengkulak dihimbau untuk bergabung dengan Bulog.

"Menjadi masuk dalam ekosistem proses penyerapan gabah di lapangan. Para tengkulak sekarang kami jadikan sebagai transporter, setelah gabah dibeli oleh Bulog harga Rp6.500 di pinggir sawah. Tengkulak mengangkut gabah-gabah ini lalu mengirim ke penggilingan-penggilingan mitra Bulog dengan kompensasi mendapat setiap kilogramnya Rp200. Jadi cukup menguntungkan untuk para tengkulak yang bertransformasi menjadi transporter. Sehingga tidak mengganggu proses penyerapan ekosistem beras Bulog," tegasnya.

Alasan membawa mahasiswa sendiri kata Ahmad di kampus ada koperasi, nah disana diperbolehkan jualan produk Bulog seperti beras, minyak, tepung, gula, dan lain sebagainya dengan syarat mendaftar cabang bulog yang ada di Bandung.

"Kami mengajak adik-adik dan sudah banyak yang mau daftar, menjadi mitra kita. Menjadi mitra rumah pangan kita. Jadi kita tawarkan, adik-adik sambil kuliah, di kos-kosannya bisa jualan produk-produk bulog, atau bahkan di kampus-kampus boleh jualan juga. Kita siapkan dan dukung semaksimal mungkin. Jadi anak mahasiswa sekarang harus maju, harus hebat, harus mandiri, dan harus mampu menjadi entrepreneur. Jadi buat lapangan pekerjaan baru untuk adik-adiknya yang lain," imbuhnya.

Terkait impor beras sendiri, diakui Ahmad sejak awal tahun, Januari 2025, Bulog tidak impor lagi.

Berbeda di tahun 2023-2024, dimana bulog mengimpor beras sekitar 7 juta ton. Sekarang, tidak ada impor beras lagi.

Dalam kesempatan itu Ahmad pun memastikan untuk teknologi penyimpanan, beras yang melimpah itu, sudah ada dengan penyinaran seperti sinar gama.

Penyinaran itu bisa menyimpan beras lebih kurang 3 tahun.

Sehingga nanti masa pakai beras itu tetap terjamin walaupun sudah lama disimpan.