POJOKSATU.id, Kota Bandung – Menjaga daya tahan tubuh selama ramadan ternyata tidak sulit dan tidak butuh penanganan khusus.
Malah aktivitas dalam menjaga kesehatan yang biasa dilakukan sebelum bulan ramadan, tetap bisa dilakukan.
Bahkan yang menurut sebagian masyarakat gorengan itu merupakan makanan wajib berbuka puasa pun masih diperbolehkan, hanya saja harus dibatasi.
Seperti disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bandung Dadan Mulyana bahwa pada prinsipnya tidak usah ada perubahan gaya hidup yang sudah baik sebelum bulan ramadan dengan saat Ramadan.
“Gorengan sih kalau menurut saya boleh boleh saja, tapi yang terbaik tetap kurma. Karena sebenarnya puasa gak puasa gorengan harus dibatasi atau dikurangi,” tegas Dadan.
Sedang untuk olahraga tetap bisa dilakukan, tapi yang harus jadi perhatian adalah asupan air guna memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
“Tidak berubah sebenarnya. Disiasati dengan memindahkan asupan airnya pada malam hari. Jadi 1,5 liter itu bisa dibagi-bagi, misalkan pada saat berbuka 2 gelas, pada saat mau taraweh 2 gelas. 1 gelas itu kurang lebih 200 ml ya. Jadi tetap minum kurang lebih 8 gelas sehari. Nah itu disebar pada saat malam hari pada saat buka puasa,” sarannya.
Lalu makanan, kata Dadan harus diperhatikan makanan bergizi, dimana terpenuhi kandungan karbohidrat, protein, dan lemaknya.
Begitupun istirahat, kendati berkurang tetapi tetap sebisa mungkin harus istirahat.
“Mungkin itu yang bisa untuk menjaga jadi kalau yang sudah olahraga ya tetap saja olahraga, mungkin diatur waktunya entah itu menjelang berbuka atau setelah berbuka juga itu bisa dilakukan,” jelasnya.
Dadan pun mengingatkan Kembali berbuka yang baik itu dengan kurma bukan dengan yang manis.
“Kita semua korban iklan ya. Jadi sebenarnya yang manis itu tidak semua baik tetapi dengan kurma itu terbaik. Tetap sebenarnya air putih dulu sudah cukup ya terus untuk untuk mengisi gula darah dengan cepat itu dengan kurma itu yang baik, jadi tidak perlu sirup atau apa,” tegasnya.



