POJOKSATU.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menyosialisasikan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi warga yang berulang tahun.

Kepala Dinkes Kota Bandung, Anhar Hadian, mengimbau masyarakat untuk tidak ragu bertanya langsung ke puskesmas jika mengalami kendala, terutama terkait penggunaan Aplikasi Satu Sehat sebagai sistem pencatatan dan notifikasi hasil pemeriksaan.

"Terpenting download dulu Satu Sehat. Kalau masih bingung, datang saja ke puskesmas, minta penjelasan. Kami siap melayani, meskipun pencatatannya masih manual untuk sementara ini," ujar Anhar usai peresmian PKG di Pustu Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay.

Ia memastikan peserta PKG akan menerima notifikasi otomatis melalui WhatsApp dan Aplikasi Satu Sehat di hari ulang tahun mereka. Namun, warga yang belum memiliki aplikasi tetap bisa datang langsung ke puskesmas untuk mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan.

Baca Juga: Cara Aktifkan Status Mengajar di Siaga Pendis agar Bisa Daftar PPG Daljab Kemenag 2025

Saat ini, sistem pencatatan masih dilakukan secara manual, namun data peserta akan terdokumentasi dan nantinya terintegrasi dalam aplikasi, serupa dengan sistem sertifikat vaksin saat pandemi Covid-19.

"Kemenkes masih menyempurnakan sistemnya. Ke depan, hasil pemeriksaan juga bisa diakses langsung melalui aplikasi," kata Anhar.

Dinkes juga akan menyiapkan jalur khusus bagi peserta PKG di puskesmas. Skema pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kapasitas masing-masing fasilitas kesehatan.

"Di puskesmas besar yang SDM-nya cukup, layanan bisa lebih fleksibel. Namun, di puskesmas kecil mungkin perlu diatur jadwalnya, misalnya pemeriksaan umum pagi hari dan PKG dimulai siang," jelasnya.

Program ini mencakup pemeriksaan fisik, darah, kesehatan mental, mata, dan telinga. Meski belum disimulasikan sepenuhnya, Anhar menegaskan bahwa aspek kesehatan preventif ini menjadi bagian penting dari PKG.

Baca Juga: Kronologi Meninggalnya Barbie Hsu Diungkap, Tertular Influenza Lalu Jadi Pneumonia, Shan Cai Dikremasi di Jepang, Selama Hidupnya Juga Menderita Ini

Salah satu tantangan utama dalam pelaksanaan PKG adalah keterbatasan tenaga medis. Simulasi awal menunjukkan bahwa setiap puskesmas membutuhkan setidaknya lima tenaga medis agar layanan berjalan optimal.

"Jika masyarakat sudah terbiasa dan program ini berjalan lancar, bisa saja seluruh warga Kota Bandung rutin datang untuk diperiksa. Artinya, kita butuh SDM lebih banyak," ujarnya.

Dinkes saat ini sedang melakukan uji coba selama seminggu untuk mengevaluasi respons masyarakat dan efektivitas pelaksanaan di berbagai puskesmas. Jika ada puskesmas dengan tingkat partisipasi tinggi, jadwal layanan bisa diperpanjang atau jumlah tenaga medis akan ditambah.

"Kami ingin semua warga mendapat kesempatan yang sama untuk diperiksa. Semakin banyak yang memanfaatkan layanan ini, semakin baik untuk kesehatan masyarakat," tutup Anhar. ***