POJOKSATU.ID — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengingatkan para supporter Persikas Subang agar menjaga etika dalam menyampaikan aspirasi. Hal tersebut disampaikan Dedi saat berdialog langsung dengan rombongan supporter yang menyuarakan harapan terkait keberlangsungan klub sepak bola kebanggaan Subang itu.

Dalam pertemuan tersebut, Dedi menegur supporter yang dinilainya menyampaikan aspirasi di lokasi yang kurang tepat. Ia meminta aspirasi disampaikan secara tertib dan tidak mengganggu kegiatan masyarakat.

“Ini saya bersama rombongan supporter Persikas yang tadi teriak yel-yel di tempat yang salah. Aspirasi itu harus disampaikan di waktu dan tempat yang tepat,” ujar Dedi.

Baca Juga: Di Tengah Polemik Ijazah Jokowi, UGM Tetap PTN Favorit Calon Mahasiswa Baru 2025, Ini Datanya

Supporter Persikas berharap klub kebanggaan mereka bisa kembali berlaga di Liga 2. Mereka menyebut kehadiran Persikas penting sebagai hiburan olahraga sekaligus kebanggaan warga Subang.

Menanggapi hal itu, Dedi menegaskan bahwa urusan klub profesional seperti Persikas menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten, bukan Pemerintah Provinsi. Ia juga mengingatkan bahwa dana APBD tidak boleh digunakan untuk membiayai klub sepak bola profesional.

“Persikas itu urusan Bupati. Dan Bupati pun tidak boleh memakai APBD untuk klub profesional. Uang negara tidak bisa dipakai untuk itu,” tegasnya.

Dedi menyebut, tantangan terbesar dalam mengelola klub profesional adalah kebutuhan anggaran yang besar. Ia mendorong pengusaha lokal untuk turut berkontribusi dalam mendukung keberlanjutan klub sepak bola di daerah.

Baca Juga: Bay Trafo 60 MVA di GI Deltamas Raih SLO, Dorong Industri Digital Nasional

“Pertanyaannya, apakah ada pengusaha di Subang yang siap mengeluarkan puluhan miliar rupiah untuk mengelola klub bola? Kalau tidak ada, jangan heran kalau klub bisa diambil alih daerah lain yang lebih siap,” ujarnya.

Di akhir pertemuan, perwakilan supporter menyampaikan permohonan maaf atas dinamika yang terjadi saat penyampaian aspirasi. Mereka berharap komunikasi antara supporter, pemerintah daerah, dan pihak terkait dapat terus terjalin demi kemajuan sepak bola di Subang.***