POJOKSATU.ID - Warga Dago Elos mengecam adanya intimidasi oleh Polisi, saat melaporkan dugaan adanya pemalsuan sertifikat yang dimiliki oleh pihak tertentu, laporan tersebut ditolak pihak Polrestabes Bandung.

Senin siang sebelum terjadi kericuhan di kawasan Dago Elos, warga sempat mendatangi Mapolrestabes Bandung hingga senin sore.

Laporan polisi oleh warga Dago Elos pun ditolak oleh kepolisian. Tak terima warga pun sempat protes atas penolakan laporan tersebut.

Baca Juga: Dago Bandung Mencekam, Polisi Tembak Warga dengan Gas Air Mata Hingga Bocah Muntah

Namun saat warga Dago Elos hendak pulang usai melakukan protes, mereka mengaku mendapat intimidasi dari anggota kepolisian.

"Setelah keluar gerbang Polrestabes warga yang didampingi kuasa hukum menerima tindakan kekerasan verbal oleh salah satu anggota polisi bernama Rustandi. Warga tersebut diteriaki "Gara-Gara Kalian jadi begini, Anjing!"," dalam rilis yang di gelar oleh warga Dago Elos, pada Selasa 15 Agustus 2023.

Bahkan dalam rilis tersebut disebutkan, jika salah seorang warga malah mendapatkan aksi kekerasan oleh anggota kepolisian di Polrestabes Bandung.

Baca Juga: Pasca Bentrok Warga Dago dengan Aparat, Kuasa Hukum : 4 Warga Terluka, 7 Orang Diangkut Polisi

"Seorang warga lainnya juga merasa kecewa dan melakukan protes di depan pagar polrestabes kemudian warga tersebut menerima pemukulan dari salah satu anggota kepolisian," seperti yang dikutip dalam rilis oleh warga setempat.

Kejadian itu pun menjadi pemicu warga Dago Elos melakukan blokade jalan hingga pembakaran ban, di kawasan Terminal Dago, Kota Bandung, pada Senin (14/8/2023) malam kemarin hingga Selasa dinihari.***