POJOKSATU.id, Kabupaten Bandung - Meningkatkan kualitas mutu pendidikan di tingkat SMK, Bogasari resmi bekerja sama mendukung TEFA SMKN 2 Pandeglang.
Hal ini menjadi komitmen PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari, yang bertujuan bukan hanya untuk meningkatkan keahlian para siswa agar lebih siap bekerja sesuai target kelulusan SMK, tetapi juga menyiapkan para siswa menjadi pelaku usaha di usia muda.
Alasan itulah yang melatarbelakangi terjalinnya MoU (Memorandum of Understanding) antara Bogasari dengan sejumlah SMK, termasuk SMKN 2 Pandeglang, Banten.
Erwin Sudharma, selaku Wakil Kepala Divisi Bogasari, mengatakan hal ini menjadi bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) Bogasari Mengajar.
Penandatanganan MoU oleh pihak sekolah berlangsung di Gedung Aula SMKN 2 Pandeglang, Kamis, 3 September 2026, oleh Rohmatul Fajri, S.Pd., M.Pd., yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMKN 2 Pandeglang sejak 1 Juli 2026.
Rohmatul yang juga Kepala SMKN 15 Pandeglang, merangkap sebagai Plt Kepala SMKN 2 Pandeglang menggantikan kepala sekolah yang baru pensiun pada akhir Juni 2026.
Sedangkan dari manajemen Bogasari, MoU ditandatangani oleh dua orang, yakni Wakil Kepala Divisi Bogasari Erwin Sudharma dan Vice President Human Resource Bogasari Anwar.
SMKN 2 Pandeglang menjadi sekolah pertama dari Provinsi Banten yang bekerja sama dengan Bogasari dalam hal pengembangan kurikulum Teaching Factory SMK.
"Melalui kerja sama ini, Bogasari akan mendukung secara nyata dalam hal pengajaran kepada para siswa, analisis dan penyelarasan kurikulum, pelatihan untuk siswa dan guru, serta kesempatan magang untuk siswa dan guru. Bahkan, kesempatan magang untuk guru dan siswa tidak hanya di pabrik Bogasari, tetapi juga terbuka untuk terjun langsung ke UKM mitra Bogasari sehingga semakin menguatkan jiwa kewirausahaan para siswa dan guru,” jelas Erwin Sudharma.
Program Bogasari Mengajar sebagai CSR di bidang pendidikan sudah dijalankan Bogasari selama lebih dari 25 tahun dan terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan lembaga pendidikan, baik SMK maupun perguruan tinggi.
Ada lima program kegiatan CSR Bogasari, yakni magang industri, penelitian skripsi, kunjungan akademik, observasi penugasan mata kuliah, dan kelas praktisi mengajar.
“Khusus untuk magang dan kunjungan akademik, terbuka bagi peserta dari berbagai provinsi dan tidak hanya berasal dari Pulau Jawa, tetapi juga Sumatera dan Kalimantan. Setiap tahun Bogasari menerima peserta magang hingga 1.000 orang siswa dan mahasiswa,” ungkap Erwin.
Pelatihan TEFA Cookies Dua Hari
Setelah dilakukan penandatanganan MoU oleh Plt Kepala SMKN 2 Pandeglang Rohmatul Fajri, kegiatan langsung dilanjutkan dengan pelatihan Teaching Factory (TEFA) oleh baker Bogasari Baking Center (BBC), Irvan Indrayana.
Pesertanya 14 guru dan 68 siswa kelas XI Jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).
Pelatihan TEFA berlangsung selama dua hari, Kamis dan Jumat, 3-4 September, dari pagi sampai sore hari karena ada enam resep yang diajarkan oleh BBC.
Keenam resep tersebut yakni Chocolate Chip Cookies, Kaastangels, Nastar Spesial, Lidah Kucing Cokelat Keju, Putri Salju, dan Red Velvet Soft Cookies.
Keenam resep ini sesuai dengan kebutuhan TEFA SMKN 2 Pandeglang dalam rangka pembuatan dan penjualan produk saat Lebaran 2027.
“Makanya, kami tidak hanya mengajarkan praktik pembuatan, tetapi juga pengetahuan teori yang sangat detail, mulai dari spesifikasi dan kandungan gizi karena terigu Bogasari sudah wajib difortifikasi sejak tahun 2001, sampai dengan cara perhitungan keuntungan atau harga pokok penjualan (HPP) kepada para siswa dan guru,” jelas Irvan Indrayana, baker senior dari Bogasari Baking Center.
Di hari acara penandatanganan MoU di sekolah, Plt Kepala SMKN 2 Pandeglang Rohmatul Fajri mengaku sangat bangga dan berterima kasih kepada Bogasari karena menjadi SMK pertama yang berhasil menjalin kerja sama dengan Bogasari.
Rohmatul percaya, dengan kapasitas Bogasari sebagai industri terigu terbesar di Indonesia, pasti banyak ilmu yang akan berguna untuk guru dan siswa.
Apalagi, SMKN 2 Pandeglang baru saja ditetapkan menjadi TEFA dan ditargetkan menjadi BLUD (Badan Layanan Usaha Daerah).
“Jadi serap ilmu sebanyak-banyaknya dari Bogasari selama pelatihan dua hari ini dan sesi berikutnya. Tidak hanya siswa, tetapi terutama para guru agar bisa digunakan dalam pengembangan pengajaran bagi siswa lainnya di generasi berikutnya. Tidak mudah pastinya mendapat kesempatan bekerja sama dengan perusahaan Bogasari. Ini kesempatan emas yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin,” ucap Plt Kepala SMKN 2 Pandeglang dalam sambutan di hadapan siswa dan guru.
Sebagai bentuk apresiasi atas MoU ini dan untuk pertama kalinya dengan SMK di Kabupaten Pandeglang, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang Dede Rukhyati, S.Ag., M.Si., sengaja meluangkan waktu khusus untuk hadir.
Dalam sambutannya, ia berharap kerja sama selama dua tahun ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh siswa dan guru. Kalau perlu, ada inovasi produk yang bisa dihasilkan dengan kearifan lokal, seperti roti durian.
“Saya juga berharap setelah kerja sama ini, Bogasari dapat membagikan ilmu ke SMK lainnya yang memiliki jurusan tata boga atau kuliner di Kabupaten Pandeglang. Semoga semua ilmu dari Bogasari dapat membantu mengurangi tingkat pengangguran lulusan SMK di Kabupaten Pandeglang yang cukup tinggi. Lulusan SMK yang siap menjadi pekerja dan/atau siap menjadi pelaku usaha. Ini harapan kami,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pandeglang.***




