POJOKSATU.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengarisbawahi kinerja perekonomian Jawa Barat sepanjang 2024 baik dan stabil, kontribusi terbesar oleh realisasi investasi yang mengalami peningkatan.
Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin mengatakan, hal tersebut sejalan dengan penciptaan iklim investasi yang menarik.
“Dampak positif dari investasi yang masuk tidak hanya berhenti pada perusahaan, namun keberlanjutan dalam penciptaan lapangan kerja yang efektif menurunkan tingkat pengangguran,” kata Bey.
Hal tersebut, lanjut Bey, membuktikan pentingnya investasi baik pada sisi hulu maupun sisi hilir, sehingga akhirnya dapat mendukung perkembangan transforması ekonomi secara keseluruhan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Diberikan Fasilitas Oleh Pemerintah Diaspora Diharapkan Turut Membangun Bangsa
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Nining Yuliastiani menambahkan, pelersepsi positif yang terbentuk dari kinerja perekonomian Indonesia pada akhirnya dapat menjaga inflasi terkendali dan stabilitas moneter hingga sistem pembayaran.
Untuk itu, hadirnya West Java Investment Summit (WJIS) 2024 yang menawarkan 6 proyek utama yang terbagi beberapa klaster. Klaster pertama berkaitan dengan connectivity infrastructure akan menawarkan sebagian besarnya di kawasan Rebana yaitu di Kertajati, Aero City.
"Termasuk juga kita nanti menawarkan tram Papuan yang ada di Bogor, yang kemudian ditawarkan oleh pemerintah daerah, ini bagus juga," kata
Kemudian, lanjut Ningning, ada water supply system. Ini ada di kawasan Rebana yaitu Jatik Kedis, Numbra, termasuk Bandung Selatan.
Hasil dari investment challenge juga ada area-area yang kemudian menawarkan untuk water supply system ini dari Bogor, Purwakarta, kemudian Subang ini yang kemudian akan menginisiasi untuk memberikan suplai air ke area Patimban Port.
Ketiga, new investment area yaitu proyek-proyek untuk kawasan industri baru. Namun, Ningning menegaskan, hal ini bukan baru
"Sebenarnya bukan baru tapi kemudian mereka kita lebih kita tawarkan lebih masif karena mereka relatif baru ada di posisi beberapa tahun kebelakang. Ini karena mereka melihat keberhasilan kita menawarkan kawasan industri Subang - Semapolitan ya," jelasnya.
"Seingat saya ditawarkan di tahun 2022-2023 dan ternyata di 2024 ini sudah ada beberapa perusahaan besar seperti BYD, Guangzhou, terus kemudian Sanwa Industry yang bergerak di bidang elektronik ini berminat untuk investasi atau kemudian menjadi tenan di Indonesi," ungkapnya.
Baca Juga: Honda EM1 e: Motor Listrik Pertama yang Dukung MotoGP Mandalika, Cetak Sejarah di Sirkuit Dunia
Ningning mengklaim, WJIS cukup mendapatkan perhantian terhadap apa yang ditawarakan dengan potensi sangat Besar.
"Kemudian kita menawarkan agroindustri dan sirkular project yang sifatnya mengedepankan UMKM kita, kaitannya mengembangkan industri kopi, posisi kita harus mengedepankan para start-up. Diantaranya mereka itu punya produksi terhadap jaring untuk pertanian dari sampah plastik," ungkapnya.
Ada juga Zero Emission Cloth Production, posisi yang sebenarnya perlu kita kedepankan karena mereka memang berwawasan punggungan.
Kemudian downstream project, yaitu hilirisasi project, juga kita tawarkan di sini. Di dalamnya ada beberapa project yang sifatnya hilir, yang termasuk tadi disampaikan oleh Bank Indonesia tentang industri
unggas.
"Ini juga di hilir posisinya dan mendukung terhadap renewable hilirisasi yang kita kembangkan, terkait dengan konektivitas salah satunya terkait dengan LRT Bandung Raya juga," tambahnya.
Disisi lain, pengembangan rebana kaitannya dengan penyiapan investasi agar para investor masuk di kawasan rebana ini. Salah satu di antaranya yang sangat perhatikan adalah SDM.
"Kami paham, dari awal kawasan rebana ciayumajakuning diposisi tingkat kemiskinan relatif tinggi, terus kemudian rata-rata lama sekolah juga relatif rendah di angka 8. Jadi belum lulus SMP gitu ya, dan ini kemudian menjadi tantangan tersendiri bagi kami untuk kemudian ini kalau dikembangkan, ini rencananya adalah kawasan Rebana ini adalah kawasan koridor lanjutan dari industri yang ada di Karawang, Bekasi," tutupnya.***



