POJOKSATU.ID - Mendagri Tito Karnavian resmi melantik Pejabat (PJ) Gubernur Jabar Bey Machmudin di Kantor Kementerian Dalam Negeri, selasa 5 September 2023.

Bey sendiri resmi ditunjuk Presiden Jokowi untuk memimpin Jawa Barat sebagai PJ Gubernur Jabar hingga 1,5 tahun kedepan.

Gubernur Jabar periode 2018-2023 tampak hadir dalam prosesi pelantikan Bey Machmudin sebagai PJ Gubernur Jabar hari ini.

Baca Juga: Penyesuaian Jadwal Optimalisasi PPPK 2022, Pengisian DRH Dimulai 13 September 2023

Usai pembacaan pelantikan, Bey menandatangani pakta integritas dihadapan Mendagri Tito Karnavian.

Bey sendiri sebelumnya menjadi Deputi Sekretariat Presiden.

akan langsung bekerja sebagai Pj Gubernur Jawa Barat hari ini. Ia memiliki masa jabatan satu tahun dan dapat diperpanjang satu tahun berikutnya.

Namun, berdasarkan UU Pilkada, semua pemilihan kepala daerah digelar secara serentak pada November 2024 mendatang.

Baca Juga: 10 Ide Desain Kamar Tidur Bernuansa Musik yang Estetik

Selain Bey, ada sejumlah pj gubernur yang dilantik hari ini. Mereka ialah Pj. Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, Pj. Gubernur Sulsel Bachtiar Baharuddin, Pj. Gubernur Papua Ridwan Rumasukun, Pj. Gubernur Kalbar Harrison Azroi, dan Pj. Gubernur Sulawesi Tenggara Andap Budhi.

Kemudian, Pj. Gubernur Sumatera Utara Hasanudin, Pj. Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya, Pj. Gubernur NTT Ayodhia Kalake, dan Pj. Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi.

Mereka dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2023 tentang Pengangkatan Penjabat Gubernur. Keppres itu ditetapkan Presiden Jokowi pada 4 September 2023.

Baca Juga: Kapan Gaji PPPK Kemenag 2022 Dibayarkan? Baca Nih Ketentuannya

Terpisah Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023 Ridwan Kamil mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo yang menunjuk Bey Machmudin sebagai penggantinya menjadi Penjabat Gubernur Jabar. Keputusan tersebut sesuai dengan aspirasi masyarakat.

"Berarti Pak Presiden mendengarkan aspirasi masyarakat. Aspirasinya kan datang dari usulan dewan (DPRD Jabar)," ujar Ridwan Kamil.

DPRD Jabar sebelumnya mengusulkan tiga nama Penjabat Gubernur Jabar untuk menggantikan Ridwan Kamil yang akan habis masa jabatannya pada 5 September 2023.

Baca Juga: Tolak Bayar Parkir Usai Belanja di Mini Market, Warga Bintaro Jadi Korban Pengeroyokan

Tiga nama yang diusulkan adalah Asep N. Mulyana (Dirjen Perundang-undangan Kemenkumham), Keri Lestari (Dirut Institut Pembangunan Unpad) dan Bey Triadi Machmudin (Deputi Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden).

"Alhamdulillah, yang diputuskan Presiden tidak keluar dari tiga nama yang diusulkan Dewan. Ini menandakan Pak Jokowi sangat bijak menampung aspirasi masyarakat Jabar," kata Ridwan Kamil.

Kang Emil, sapaan akrabnya menyebut, saat ini Jabar dalam kondisi baik di berbagai sektor. Artinya penggantinya nanti tinggal melanjutkan saja tanpa perlu mengubah banyak hal kecuali ada gagasan baru.

Baca Juga: Menanti Kedatangan Cak Imin ke KPK, Penyidik Ingatkan Saksi Punya Kewajiban Hukum untuk Hadir

"Jabar sedang dalam kondisi sangat baik tinggal digas saja, jangan mengubah banyak hal kecuali ada gagasan baru," tuturnya.

Dari sisi birokrasi, Kang Emil mengatakan bahwa ASN dan sistem birokrasi Pemda Provinsi Jabar saat ini merupakan yang terbaik di Indonesia.

Ia optimistis bila prestasi Jabar bisa terus dipertahankan, maka Jabar akan tetap juara, termasuk mempertahankan kondusivitas tahun politik 2024.

"Yakin kalau dipertahankan akan membawa Jabar tetap juara dan mudah-mudahan 2024 terus kondusif," ucapnya.

Baca Juga: Ridwan Jabbar

Namun demikian ada beberapa catatan yang dititipkan Kang Emil kepada Bey Machmudin, di antaranya penguatan transportasi publik dan pengaspalan jalan yang sudah dianggarkan sampai akhir tahun 2024.

"PR-nya penguatan transportasi publik dan saya titip pengaspalan jalan yang sudah kami anggarkan semaksimal mungkin sehingga akhir 2024 infrastruktur harus sudah lebih baik. Selamat kepada Pak Bey," pungkas Kang Emil. ***