POJOKSATU.ID - Aksi pembakaran ban dan penutupan jalan Dago Kota Bandung, terjadi Senin 14 Agustus 2023 malam sekitar pukul 22.00 wib hingga 03.00 Selasa dini hari.
Aksi ini dipicu laporan ke Polisi oleh warga Dago Elos soal dugaan pemalsuan sertifikat tanah yang dimiliki pihak tertentu. Pelaporan ditolak pihak Polrestabes Bandung karena tidak lengkap bukti pelaporannya.
Warga melakukan aksi dengan membakar ban dan memblokir jalan Dago tepat di depan Terminal Dago.
Baca Juga: Warga Karawang Tagih Janji Gubernur soal Pencemaran Sungai Cilamaya
Bentrok antara polisi dengan warga Dago Elos pun pecah di Jalan Dago, Kota Bandung, pada Senin (14/8) malam.
Pasca peristiwa itu, tersebar video rekaman CCTV yang memperlihatkan adanya anggota kepolisian yang masuk ke dalam rumah warga dan melakukan perusakan.
Sejumlah anggota polisi terlihat mendobrak dan juga menggebrak pintu warga sambil berteriak-teriak. Di rumah itu juga terlihat adanya anak kecil yang sedang tertidur, harus terbangun usai mendengar pintu digebrak oleh polisi.
Baca Juga: Sosok Pegawai KAI Ditangkap Densus 88 di Mata Pak RT, Orang Baik dan Tukang Langsir Barang
Saat ditelusuri perihal video tersebut, dibenarkan sejumlah warga bahwa kejadian itu memang benar terjadi di sebuah rumah warga yang letaknya di sekitar Jalan Dago Elos tepatnya RT 2 RW.
Salah seorang penghuni rumah, Handika (33),menjelaskan situasi Senin malam yang mencekam.
Peristiwa terjadi usai kericuhan sekitar pukul 23.30 WIB. Rumahnya tiba-tiba didatangi oleh sejumlah anggota polisi yang mencari massa yang membuat kericuhan.
Baca Juga: Begini Sosok DE Pegawai PT KAI yang Ditangkap Densus 88 Polri Terkait Jaringan ISIS di Mata Ketua RT
Mereka datang dengan mengeluarkan kata kasar dan meminta agar pintu rumah dibuka. Kata kasar tersebut ditujukan ke sejumlah anggota keluarganya.
"Dia pikir massa (yang ricuh) ada yang ngumpet ngga, lalu (polisi) dia memaksa 'woy buka woy buka brengsek. Yang bukan warga asli keluar," jelas Handika kepada wartawan, Selasa (15/8) di kawasan Dago Elos.
Handika lalu menceritakan bahwa kemudian didobrak oleh polisi, hingga mengenai anaknya yang sedang bersembunyi di balik pintu.
Baca Juga: Begini Sosok DE Pegawai PT KAI yang Ditangkap Densus 88 Polri Terkait Jaringan ISIS di Mata Ketua RT
Akibat hal itu, anaknya yang masih berusia 6 tahun terluka. Polisi langsung masuk ke dalam rumah mencari massa yang diduga bersembunyi.
"Salah satu polisi ngedobrak pintu yang di depan, nah anak saya ketakutan. Dia ngumpet di belakang pintu. Ngumpet di belakang pintu, dia terluka kena kakinya kejepit," jelasnya.
Namun, karena di rumahnya tak ditemukan siapapun, anggota kepolisian itu langsung meninggalkan rumah tanpa mengucapkan permintaan maaf.
Baca Juga: Rumah Orang Tua Pegawai KA Terduga Teroris Digeledah KPK di Bandung, Satu Tabung Dibawa
Sementara itu, tak hanya mengalami trauma, anak dari Handika kini mengalami trauma akibat perlakuan polisi di rumahnya.
"Jadi trauma anak saya sekarang, apalagi kalau mendengar orang itu trauma, apalagi sama orang tidak dikenal itu dia ketakutan dan langsung masuk kamar,"jelasnya.
Sebelumnya, polisi sempat menembakkan gas air mata ketika kericuhan terjadi, Senin malam kemarin. Warga yang terkena gas air mata kemudian melarikan diri ke sejumlah ruas jalan. Informasi yang diterima, ada sejumlah warga yang terluka tapi belum diketahui jumlahnya.
Hingga Selasa siang, belum ada pernyataan dari Pihak Kepolisian baik dari Polrestabes Bandung ataupun Polda Jabar terkait peristiwa kerusuhan Senin malam di kawasan Dago, Kota Bandung.***



