POJOKSATU.ID — Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menerapkan program Liquidity Provider (LP) Saham untuk menjaga likuiditas dan stabilitas perdagangan di pasar modal. Program ini dihadirkan untuk menjawab kekhawatiran investor pemula terhadap fluktuasi harga saham yang kerap terjadi akibat gejolak pasar global maupun isu dalam negeri.

Liquidity Provider Saham adalah Anggota Bursa yang telah mendapatkan persetujuan dari BEI dan memiliki kewajiban menyediakan kuotasi jual dan beli secara berpasangan dan berkelanjutan atas saham tertentu. Kehadiran LP Saham bertujuan memastikan transaksi di pasar berjalan lancar dan harga saham tidak terlalu bergejolak.

“Program ini menjadi salah satu upaya BEI agar investor, khususnya pemula, bisa bertransaksi lebih nyaman karena likuiditas pasar tetap terjaga,” kata manajemen BEI dalam keterangan tertulis.

 

Baca Juga: Hasil Verifikasi SPTJM PPG Guru Tertentu Tahun 2025 Tak Kunjung Keluar, Tetap Tenang dan Hindari Lakukan Hal Ini!

Program LP Saham dinilai penting karena dapat membantu menjaga keseimbangan antara permintaan dan penawaran saham, sekaligus memperkecil spread harga atau selisih antara harga jual dan beli. Dengan begitu, harga saham menjadi lebih stabil, sehingga investor tidak kesulitan melakukan transaksi di harga yang wajar.

Pelaksanaan program ini didukung sejumlah regulasi, antara lain Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 18 Tahun 2024 tentang Penyediaan Likuiditas, yang ditetapkan pada 31 Oktober 2024. Selain itu, ada Peraturan Bursa Nomor II-Q tentang Kegiatan Liquidity Provider Saham di Bursa yang berlaku mulai 8 Mei 2025, serta Peraturan Bursa Nomor III-Q yang mengatur teknis pelaksanaannya.

BEI juga menetapkan kriteria saham yang masuk dalam Daftar Efek Liquidity Provider Saham, yang diterbitkan dua kali setahun, yakni setiap Februari dan Agustus. Saham-saham yang dipilih di antaranya berdasarkan volume dan frekuensi transaksi harian, kapitalisasi pasar, stabilitas harga, rasio saham beredar, hingga kinerja fundamental perusahaan.

Baca Juga: ALHAMDULILLAH Kabar Baik Bagi Guru ASN SKTP Terbit Bulan Mei, TPG Triwulan I Akhirnya Terbit, Segera Cek Rekening Masing-masing!

 

Untuk tahap awal, sudah ada 13 Anggota Bursa yang menyatakan minat bergabung menjadi Liquidity Provider Saham. BEI bersama OJK telah melakukan pendampingan dan uji coba sistem sebelum program ini resmi diluncurkan.

Melalui program ini, BEI berharap pasar modal Indonesia semakin likuid dan menarik bagi investor, khususnya pemula, yang selama ini masih ragu berinvestasi akibat tingginya volatilitas harga saham.***