POJOKSATU.id, Kota Bandung – Pemberitaan kondisi geopolitik dunia, khususnya yang berkaitan dengan potensi gangguan di Selat Hormuz.

Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Barat memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Bandung dan sekitarnya masih dalam kondisi aman.
‎
‎Sales Area Manager Retail Bandung Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Barat, Sindhu Priyo Windoko, mengatakan hingga saat ini masyarakat masih dapat membeli BBM maupun LPG dengan mudah di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
‎
‎“Pemberitaan di Selat Hormuz yang disebut berpotensi mempengaruhi ketersediaan stok BBM. Namun sejauh ini kami melihat kondisi di lapangan masih aman. Khususnya di Bandung, masyarakat masih bisa membeli BBM dengan mudah. Jika rekan-rekan datang ke SPBU, BBM masih tersedia dan LPG juga masih mudah didapat,” ujar Sindhu kepada wartawan.
‎
Pertamina terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan situasi global sekaligus memastikan distribusi energi tetap berjalan lancar, sistem operasional Pertamina juga telah terintegrasi mulai dari sektor hulu hingga hilir sehingga mampu menjaga stabilitas pasokan.
‎
‎“Memang kita tidak menutup mata terhadap kondisi geopolitik dunia, tetapi perlu dipahami bahwa Pertamina memiliki sistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari kilang hingga pemasaran. Alhamdulillah sampai saat ini kami masih dapat melayani masyarakat dengan baik,” katanya.
‎
Lanjutnya, Pertamina juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang arus mudik Idul Fitri 2026 sehingga tidak perlu khawatir terkait ketersediaan BBM di jalur perjalanan.
‎
‎“Bagi masyarakat yang akan mudik, silakan melakukan perjalanan dengan tenang. Kami tetap memonitor ketersediaan stok agar perjalanan mudik maupun arus balik dapat berjalan lancar. Layanan kami selama libur Idul Fitri hingga setelahnya juga tetap berjalan normal,” jelasnya.
‎
‎Untuk mendukung kelancaran perjalanan pemudik, Pertamina juga menyiapkan sejumlah layanan tambahan di berbagai titik strategis, khususnya di rest area sepanjang jalur tol.
‎
‎Pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying.

Pembelian BBM diharapkan dilakukan sesuai kebutuhan kendaraan masing-masing.
‎
‎"Jika ingin mengisi untuk mudik, silakan sesuai kapasitas tangki kendaraan masing-masing. Tidak perlu membawa jerigen,” tegasnya.
‎
‎Sindhu mengingatkan masyarakat mengenai potensi bahaya jika membawa atau menyimpan BBM secara tidak semestinya.

Menurutnya, membawa jerigen berisi BBM di dalam kendaraan dapat menimbulkan risiko keselamatan.