POJOKSATU.ID - Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri, Bank Indonesia Jawa Barat menyiapkan Rp14,5 triliun uang tunai, naik 10% dibanding tahun lalu.

Dalam periode ini, Bank Indonesia bekerja sama dengan perbankan menyediakan layanan penukaran uang di 4.170 titik layanan penukaran tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Kepala Perwakilan BI Jawa Barat, Muhamad Nur mengatakan, guna memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap Uang Rupiah layak edar selama Ramadan dan Idulfitri 1446 H, Bank Indonesia se-Jawa Barat bersama perbankan kembali membuka layanan penukaran uang bertajuk “Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI): Menjaga Rupiah di Bulan Penuh Berkah”.

Baca Juga: Percepat Transisi Energi, Perusahaan Listrik Negara Genjot Pembangkit Energi Hijau

"Selain layanan tunai, masyarakat juga bisa melakukan penukaran secara non-tunai menggunakan QRIS dan kartu debit via mesin EDC di bank yang berpartisipasi," kata Muhamad Nur.

Layanan penukaran uang SERAMBI 2025 berlangsung hingga 27 Maret 2025. Di Jawa Barat, BI dan perbankan menyediakan 310 titik layanan di 27 kabupaten/kota, yang dibuka mulai 17-27 Maret 2025.

"Masyarakat bisa menukarkan uang dalam bentuk paket senilai Rp4,3 juta, yang terdiri dari pecahan Rp50.000 hingga Rp1.000," imbuhnya.

Secara khusus, Muhamad Nur menyampaikan apresiasi atas dukungan, sinergi, dan kolaborasi perbankan dalam mendukung program SERAMBI. Sinergi tersebut diharapkan dapat terus terjalin erat guna memastikan distribusi uang berjalan lancar, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Resep Kue Lebaran, Cara Membuat KEMBANG GOYANG yang Renyah dan Lezat, Kue Tradisional Special Khas Sajian Lebaran

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk semakin Cinta, Bangga dan Paham Rupiah. Cinta Rupiah diwujudkan dengan mengenali ciri keaslian uang Rupiah melalui 3D: Dilihat, Diraba, Diterawang, serta merawat Rupiah dengan baik melalui prinsip 5J: Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi.

"Bangga Rupiah berarti memahami Rupiah bukan hanya alat pembayaran yang sah dalam perekonomian nasional, namun juga simbol kedaulatan bangsa," jelasnya.

Sementara itu, Paham Rupiah tercermin dalam perilaku bijak dalam berbelanja sesuai kebutuhan, mendukung produk dalam negeri untuk memperkuat UMKM nasional, serta menabung dan berinvestasi demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. ***