POJOKSATU.id, Kota Bandung - Banjir pada Minggu 12 Maret 2026 di beberapa titik terutama kawasan Gedebage, diakui Wali Kota Bandung Muhammad Farhan selain akibat cuaca ekstrem juga karena tersendatnya saluran pembuangan, baik drainese maupun sungai sungai oleh tumpukan sampah.

Bahkan Farhan mengaku curiga volume sampah di kota Bandung meningkat.

Terlebih per hari kemarin dinas terkait, mengangkut 300 meter kubik sampah dari sungai.

"Ini saya curiga bahwa sampah kita bertambah secara signifikan, karena sampah sungai banyak pisan," ujar Farhan di pendopo, Senin 13 Maret 2026.

Melihat itu, Farhan mengaku akan memperdayakan gober. Kendati belum tahu konsep persisnya seperti apa.

"Tapi gober nanti akan lebih berdayakan, diberi tambahan pekerjaan, tugas, dan juga tentu saja akan kita upayakan ada penambahan insentif. Itu akan kita hitung nanti. Mudah-mudahan dalam masa APBD sekarang sudah bisa kita penuhi itu," jelasnya.

Farhan pun menegaskan solusi saat ini sementara dilakukan pengangkutan sampah dari sungai.

"Karena ketika sampah sungai itu kita angkut, menyurutnya juga cepat sekali. Kalau yang di dinas perhubungan ya cekungan ya, ketika hujan ada luapan ya masuk situ. Itu udah kita pompa, itu harus dipompa, nggak bisa turun sendiri," tegasnya.

Disinggung sampah di sungai datang dari mana, Farhan enggan menjawab khawatir dinilai menyalahkan masyarakat.

"Saya nggak bisa ngomong, kalau saya ngomong saya dituduh menyalahkan masyarakat," ucapnya.

Begitupun saat ditanya rendahnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai.

"Ya artinya masih ada sampah di sungailah, pokoknya,"tegasnya seraya membenarkan harus menambah petugas khusus untuk pembersihan sungai.

Pasalnya, jika diserahkan hanya ke DSABM maka tidak akan sanggup harus mengerahkan lagi gober, pasukan yang ada.

Nah, gobernya perlu ditambah jumlahnya, perlu ditambah insentifnya, makanya kita harus menghitung ulang itu semuanya.

Terkait keberadaan kolam retensi Gedebage sendiri diakui Farhan tidak mampu menampung air ahan mo ada kemarin.

"Karena kalau dilihat dari kapasitas kolam retensi, sejauh ini sih sebetulnya cukup. Itu Berfungsi, semuanya sih berfungsi. Tetapi luapan yang terjadi adalah luapan sungai yang rata-rata sudah tersumbat oleh sampah," tegasnya.

Untuk tahan ini Farhan menegaskan tidak
ada penambahan kolam retensi.

"Nggak ada. Seperti saya bilang, sebelum kita membuat kolam retensi, kita harus melakukan pengelolaan dari sungai itu sendiri segera. Karena kalau nggak dikelola, percuma sebanyak mungkin bikin kolam retensi juga. Tetap aja airnya meluap terus karena pendangkalan, karena penumpukan sampah, dan lain-lain. Jadi kita mesti revitalisasi sungai," tutupnya.