POJOKSATU.id, BANDUNG — Menyikapi ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kembali merebak di beberapa wilayah, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung bergerak cepat dengan program vaksinasi massal terhadap hewan ternak.
Dalam waktu sepekan, sebanyak 500 sapi di Kota Bandung telah mendapatkan vaksin PMK.
Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memperkuat pertahanan kesehatan hewan di Kota Bandung, mengingat pengalaman penularan PMK yang terjadi pada tahun 2022.
Baca Juga: Bandung Gaming Day 2025: Wadah Talenta Muda dan Industri Kreatif Lokal
"Kami belajar dari kejadian sebelumnya. Saat itu, penularan PMK di Bandung terjadi karena masuknya ternak dari luar kota. Tahun ini, kami lebih siap dengan langkah preventif melalui vaksinasi dan pemberian vitamin B kompleks," ujar Gin Gin di sela-sela vaksinasi di Kecamatan Babakan Ciparay, Senin (6/1/2025).
Dalam program ini, DKPP menargetkan sapi-sapi sehat untuk divaksinasi guna mencegah potensi penyebaran PMK yang dapat menimbulkan gejala serius seperti lemas, nafsu makan menurun, hingga luka pada kuku.
Meski tidak menular kepada manusia, penularan antar sapi bisa terjadi dengan cepat, sehingga langkah pencegahan menjadi prioritas.
Kota Bandung, yang pernah menjadi daerah terakhir terdampak PMK, kini memperketat pengawasan.
Baca Juga: Shin Tae-yong Dipecat dari Kursi Pelatih Timnas, Media Jepang Ikut Heboh dengan Kabar dari Indonesia
Pemantauan dan pemeriksaan intensif dilakukan di peternakan-peternakan, terutama di wilayah yang memelihara sapi. Koordinasi dengan komunitas peternak juga diperkuat untuk memastikan langkah-langkah pencegahan berjalan efektif.
"Kota Bandung lebih terorganisir dalam menangani PMK karena pengalaman dari wabah sebelumnya. Dengan mayoritas peternakan sapi di Bandung berfokus pada pembesaran, bukan pembibitan, pencegahan lebih diutamakan," tambahnya.
Isu PMK yang kembali muncul di Jawa Timur dan Jawa Tengah menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, DKPP Bandung tidak hanya melakukan vaksinasi tetapi juga memastikan sapi-sapi produktif seperti sapi perah mendapat perlindungan maksimal. Vaksin kedua dijadwalkan diberikan sebulan setelah vaksinasi pertama.
Langkah cepat ini diharapkan mampu mempertahankan status Kota Bandung sebagai wilayah yang bebas dari kasus PMK, sekaligus menjaga produktivitas hewan ternak di daerah tersebut.
"Kami berkomitmen untuk menjaga kesehatan ternak di Kota Bandung dan memastikan tidak ada lagi kasus PMK yang muncul," pungkasnya.***



