POJOKSATU.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menjajaki kerja sama dengan Qinglv Environment, perusahaan pengolahan sampah asal Tiongkok, untuk menghadirkan teknologi “mini sorting plant” yang mampu menyortir hingga 100 ton sampah per hari di lahan terbatas seluas 1.600 meter persegi.

Penjajakan kerja sama pengolahan sampah menggunakan teknologi pemilahan otomatis dengan kecerdasan buatan (AI) dan system pemanfaatan ulang sumber daya hingga 90 persen.

Baca Juga: Meresahkan, Ketua LSM KPK RI Peras Kepala SMP di Kotanopan Rp 1,8 Juta, Modus Penyaluran Kartu PIP

"Kota Bandung menghadapi keterbatasan lahan dan tingginya volume sampah, mencapai 1.800 ton per hari," kata Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan di Balaikota, Jumat, 25 Juli 2025.

Dalam pemaran delegasi Qinglv Environment, pihaknya menawarkan sistem mini sorting plant yang sudah diterapkan di kota-kota padat Tiongkok, seperti Guangzhou, dengan pengolahan plastik, produksi kompos, hingga pengolahan sampah menjadi bahan bakar industri (Solid Industrial Fuel/SIF).

Baca Juga: Hari Ini KPK Periksa SUH, Tersangka Korupsi Iklan Bank BJB Senilai Rp222 Miliar

Farhan, menyatakan teknologi tersebut menjadi solusi yang relevan bagi Bandung.

“Kapasitas 100 ton per hari di lahan 1.600 meter persegi tentu menarik. Kami butuh inovasi skala menengah dan kecil yang cepat diterapkan,” katanya.

Farhan menjadwalkan delegasi Qinglv Environment dijadwalkan mengunjungi fasilitas pengelolaan sampah di Cicukang Holis, Gedebage, Tegalega, dan Nyengseret untuk menilai kondisi lapangan. Ia berharap kerja sama ini mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efisien, higienis, dan berkelanjutan.

Baca Juga: Ngaku Perwakilan Ojol Tapi Gak Punya Akun, Perwakilan 'Garda, SPAI dan Korban Aplikator' Buat Gaduh FGD Kemenhub

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov

“Kita sedang membangun ekosistem baru. Jika ini bisa menjaga masa depan anak-anak kita, itu layak diperjuangkan,” tegas Farhan. ***