POJOKSATU.ID - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mencatat kinerja bank umum berkantor pusat di wilayahnya mengalami penurunan pada sejumlah indikator hingga Juni 2025.
Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman, menjelaskan total aset bank umum berkantor pusat di Jawa Barat tercatat Rp194 triliun, turun 3,09 persen atau berkurang Rp6 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp200 triliun.
Baca Juga: Kurangi Ketergantungan pada Telkomsel, Telkom Bidik Industri Satelit LEO dan Infrastruktur Digital
"Dana pihak ketiga (DPK) juga melambat 3,70 persen menjadi Rp139 triliun, dari sebelumnya Rp143 triliun," ujar Darwisman.
Realisasi Kredit Bank Umum berkantor pusat di Jawa Barat sebesar Rp127 triliun, melambat sebesar 1,99 persen YoY (Rp2 triliun) dibandingkan Juni 2024 sebesar Rp129 triliun.
"NPL gross memburuk dari 1,67 persen di Juni 2024 menjadi 2,71 persen di Juni 2025," ucapnya.
Baca Juga: Bupati Pati Sudewo Menolak Mundur di Tengah Gelombang Protes Demonstrasi Namun Janjikan Hal ini
Sementara untuk Bank Umum berkantor pusat di Jawa Barat membukukan Laba di Juni 2025 sebesar Rp539 Miliar, turun 36,73 persen YoY dibandingkan Juni 2024 sebesar Rp852 Miliar.
Penurunan laba disebabkan peningkatan pencadangan seiring kenaikan rasio NPL.
Total aset BPR & BPRS di Jawa Barat tumbuh 3,33 persen YoY (Rp1,05 triliun), dari semula Rp31,59 triliun di Juni 2024 menjadi Rp32,64 triliun di Juni 2025.
Baca Juga: Klaim Palsu Disdikbud Pamekasan Soal Kasus Bullying di SMP 2 Pademawu, Kini Kasusnya Naik Penyidikan
Dana Pihak Ketiga (DPK) BPR & BPRS tumbuh 4,66 persen YoY (Rp1,01 triliun) dari semula Rp 21,54 triliun di Juni 2024 menjadi sebesar Rp22,55 triliun di Juni 2025.
Realisasi penyaluran kredit tumbuh 3,87 persen YoY (Rp0,9 triliun) dari semula Rp23,19 triliun di Juni 2024 menjadi sebesar Rp24,09 triliun di Juni 2025.
Sementara itu, terdapat peningkatan Rasio NPL gross BPR & BPRS di Jawa Barat dari semula 11,76 persen di Juni 2024 menjadi 13,27 persen di Juni 2025.
Baca Juga: Bupati Pati Sadewo Menolak Mundur Dengan Alasan Berikut ini yang Membuat Netizen Kembali Ramai!
Laba BPR dan BPRS menunjukan kenaikan pada Juni 2025 menjadi sebesar Rp0,17 triliun, atau meningkat 247,59 persen secara signifikan dari sebesar Rp0,05 triliun di Juni 2024 (meningkat Rp0,12 triliun).***



