POJOKSATU.id, Kota Bandung - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan Kota Bandung segara mengoperasikan kendaraan angkutan kota (angkot) berbasis listrik (electric vehicle).
Saat ini kendaraan tersebut akan dilaksanakan oleh Koperasi Pemilik Angkutan Masyarakat (Kopamas).
"Kami membuat sebuah komitmen ekosistem ekonomi digital di kota Bandung berbasis Blockchain, para pelakunya sudah datang ke kota Bandung ada enam pelaku dimana titik pertama kita masuk enteri pointnya atau pintu masuknya pelaksanaan ekosistem angkutan listrik menunjang BRT. Melibatkan enam perusahaan yang mulai dari menyediakan mobilnya, perawatan baterainya, pengamanan dan perawatan mobil dan baterainya, sparepart SPKLU, kemudian pelaksana Kopamas," ujar Farhan pada acara Bandung Initiative: Diskusi Publik dan Business Matching dengan tema "Kesiapan Bandung menjadi PFII dan Kota Berbasis Blockchain dan AI" di pendopo, Rabu (16/9/2026).
Baca Juga: Tambang PT Mas Putih Belitung di Karawang Ditutup, Pemprov Jabar Soroti Ratusan Truk Berat
Kendaraan tersebut kelak akan melewati rute Bandara Husein Sastranegara - Ledeng, Cimindi - Sederhana, dan Sarijadi - Stasiun, dengan harga mulai Rp 2.000 - Rp 7.000.
"Jadi nanti kalau masuk misalnya zona A 2 ribu, jadi kalau kita masuk zona B ngasih 5 ribu, zona C ada 7 ribu. Ini segera beroperasi kalau mereka sudah siap, karena perijinan lancar saja," jelasnya.
Masih kata Farhan para supir angkot listrik ini dipastikan disiplin.
Baca Juga: Jenal Arifin Klarifikasi Soal Armada Cipagamas yang Disebut KDM
"Dan saya percaya bahwa para operator angkut ini akan selalu memastikan para supir angkutnya disiplin," tegas Farhan.
Ditambahkan Ketua Kopamas Budi Kurnia saat ini existing kendaraan konvensional ada 212 unit sedang untuk kendaraan listrik baru 2 unit. Hal ini karena para supir harus dilatih terlebih dulu membawa kendaraan listrik.
"Jadi kan tidak bisa serta-merta kita isikan, karena kami harus bangun dulu awareness kepada para anggota, pemilik, dan para pengemudi. Kan handling kendaraan ini beda dengan kendaraan biasa," jelas Budi seraya mengatakan harga kendaraan tersebut sekitar Rp 500 juta.
Baca Juga: Selain Truk Jui Shin, KDM Soroti Armada Tambang di Karawang
Pihaknya kini tengah melakukan survei titik-titik lokasinya untuk pengisian baterai atau SPKLU.
Pasalnya para supir tidak boleh membawa kendaraannya ke rumah tapi disimpan di pool agar untuk maintenance dan lain-lain tersentralisasi di situ.
"Untuk jarak tempuh target kami 200 kilometer dalam sehari jadi sekali charge itu," tutupnya.***



