POJOKSATU.id – Perempuan mengambil peran penting dalam proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Upper Cisokan Pumped Storage.

Sebuah proyek strategis nasional berkapasitas 1.040 Megawatt yang akan menjadi fasilitas pumped storage pertama dan terbesar di Indonesia.

Di tengah tantangan medan proyek yang berat, dua sosok perempuan tampil menonjol dalam menjunjung tinggi keselamatan kerja dan mengawal proses pembebasan lahan yang kompleks.

Kiprah mereka mencerminkan semangat Kartini dalam dunia kerja modern yang mengedepankan integritas, kompetensi, dan kepemimpinan.

Baca Juga: Kartini di Dunia Riset: Kiprah Prof. Natalita Maulani Nursam dalam Teknologi Sel Surya

Adalah Rica Pradia Andisti, salah satu personel yang bertugas di bidang Keamanan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3L).

Ia memainkan peran vital dalam memastikan setiap tahapan konstruksi berjalan sesuai prosedur dan memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Menurut Rica, bekerja di lapangan bukan hal mudah, apalagi di proyek sebesar PLTA Upper Cisokan Pumped Storage.

"Tapi saya percaya perempuan punya kapasitas yang sama untuk berada di garis depan dan memikul tanggung jawab besar," kata Rica saat ditemui di lokasi proyek, Senin 21 April 2025.

Baca Juga: Putri Wahyu, Kartini Muda dari Unsika yang Menginspirasi Generasi Milenial

Sementara itu, proses pembebasan lahan yang menjadi salah satu aspek krusial dalam proyek ini dipimpin oleh Kusumaning Ayu, Manager Pertanahan dan Aset.

Ayu memimpin koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menjamin proses berjalan adil dan tepat waktu.

"Lebih dari sekadar administrasi, proses ini soal membangun hubungan dan kepercayaan dengan masyarakat. Pendekatan humanis adalah kekuatan kepemimpinan perempuan," ujar Ayu.

General Manager Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah, Widya Anggoro Putro, menyatakan peran perempuan dalam proyek-proyek strategis semakin nyata dan patut diapresiasi.

"Kami melihat langsung bagaimana perempuan memimpin dan mengambil peran strategis. Tidak hanya mendukung, tapi juga mengarahkan," ujar dia.

"Kompetensi tidak ditentukan oleh gender, tapi oleh dedikasi dan integritas," sambung Widya.

Proyek PLTA Upper Cisokan menjadi contoh nyata bagaimana perempuan hadir sebagai bagian dari solusi.

Baca Juga: Bela HAK PENDIDIKAN bagi Perempuan, Kartini Hanya Lulus SEKOLAH DASAR, Dipingit Ayahnya Tapi DIBUKAKAN CELAH ke Dunia Luar, Ini Jejak Pendidikannya

Membawa semangat Kartini dalam dunia ketenagalistrikan, dan menunjukkan bahwa kepemimpinan yang kuat bisa datang dari siapa saja.***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

VERSI ANDROID

VERSI iOS