POJOKSATU.id, Kota Bandung - Menyikapi tentang abu vulkanik dari Anak Gunung Krakatau, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku melakukan beberapa antisipasi.
Antisipasi pertama, sudah sejak kemarin pihaknya mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tidak panik.
"Karena bagaimanapun juga, abu vulkanik itu merupakan bagian dari kehidupan bangsa Indonesia yang ada di ring of fire. Namun, kita mengantisipasinya dengan meminta anak-anak sekolah menggunakan masker. Saya sudah berkeliling ke beberapa sekolah dan saya lihat anak-anak sudah menggunakan masker. Karena di sekolah juga masih ada sisa abu vulkanik selama hari Sabtu dan Minggu, maka harus dibersihkan," ujar Farhan di balai kota, Senin (7/9/2026).
Baca Juga: Cirebon Masuk Zona Merah Abu Vulkanik Anak Krakatau, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tetap Aman
Farhan menyampaikan abu vulkanik ini tidak hanya berbahaya untuk kesehatan, tetapi juga untuk mesin pesawat terbang karena sama-sama menghirup udara. Oleh sebab itu penerbangan di Bandung hari ini masih belum bisa diberi izin untuk terbang.
"Walaupun di permukaan sudah tidak ada dan kita sudah melakukan penyemprotan, ternyata masih ada kemungkinan di angkasa terdapat sebaran abu vulkanik di ketinggian antara 10.000 sampai 15.000 kaki, atau sekitar 3 sampai 5 kilometer dari permukaan. Kemudian untuk kompensasinya sesuai dengan koordinasi kami dengan Kementerian Perhubungan, kereta api yang ke arah timur maupun ke arah barat ditambah jadwalnya sesuai dengan kebutuhan," ujarnya.
"Jadi, banyak sekali kami lihat tadi, dari Jakarta yang gagal terbang ke arah Surabaya, Jogja, Solo, itu naik Whoosh ke Bandung. Dari Bandung mereka naik kereta api ke arah timur semuanya. Sedangkan untuk di jalan, dari Damkar, BPBD, dan Dishub sudah melakukan penyemprotan di beberapa jalan yang memang traffic-nya tinggi supaya abu vulkaniknya tidak naik lagi ke udara," tegasnya seraya mengatakan sampai hari ini belum ada keluhan orang sakit karena abu vulkanik.
Baca Juga: Ombusdman Desak Imipas Evaluasi Tata Kelola Lapas dari Pungli dan Narkoba
Pada kesempatan itu Farhan juga menegaskan belum memberlakukan pendidikan jarak jauh (PJJ), pasalnya penggunaan masker masih bisa menjadi solusi saat ini.
"Enggak, anak-anak masih bisa sekolah. Bahkan besok saya akan mengawal pemindahan anak-anak SD 026 Cibaduyut ke kelas sementara di SD 148," tuturnya.
Sementara itu selama himbaun penggunaan masker kini mulai langka bahkan harganya terbilang naik signifikan.
"Nanti saya cek ke toko-toko supaya distribusinya ada lagi. Jangan sampai ada over price. Nanti saya pastikan ke Disdagin, terutama untuk modern market. Masker itu kan modern market sama alat kesehatan, alkes. Jangan sampai ada penumpukan seperti awal-awal dulu, insyaallah aman. Saya akan tanyakan dulu kondisi stok di Dinkes. Karena saya juga enggak mau kita mengumpulkan dan membagikan gratis, tapi ternyata di pertokoan tidak ada, malah harganya jadi naik gila-gilaan. Kalau membagikan itu, saya mesti beli ramai-ramai. Ketika saya borong, harga di toko pasti naik semua. Nanti saya akan upayakan supaya itu tidak terjadi," tuturnya.
Terkait penghentian bandara sendiri Farhan mengaku belum tahu sampai kapan. Per jam pihaknya mendapat update dan masih belum boleh terbang.***



