POJOKSATU.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menetapkan masa Angkutan Lebaran tahun 2024 selama 22 hari, mulai 31 Maret hingga 21 April 2024.

Guna memastikan prasarana siap dilewati seluruh KA, KAI Daop 2 Bandung telah siaga dengan memetakan daerah pemantauan khusus di lintas wilayah kerjanya.

Executive Vice President Daerah Operasi 2 Bandung, Takdir Santoso mengatakan setidaknya terdapat 88 titik daerah pemantauan khusus dengan rincian 45 titik longsor, 11 titik banjir, 19 titik amblesan/tanah labil, dan 13 titik Bangunan Hikmat rawan.

Baca Juga: Acara 'Download' yang Digagas dr Richard Lee dan Ustaz Felix Siaw Dihentikan, Seharusnya Tayang Sebulan Penuh selama Ramadhan

"Kami hanya berupaya mencegah potensi gangguan perjalanan 164 KA yang akan beropeasi," ucap Takdir, Sabtu (16/3).

Ia menambahkan, 164 KA tersebut terdiri dari Antar Kota 44 KA, KA Perkotaan 6 KA, KA Tambahan Lebaran 14 KA, KA Feeder KCJB 44 dan KA Perkotaan KAI Commuter 56 KA.

Beberapa upaya yang dilakukan Daop 2 Bandung diantaranya normalisasi saluran jalan kereta api dari tumpukan sampah, sedimen (pendangkalan saluran), dan perkuatan tubuh jalan KA dengan pancangan dari rel bekas dan bronjong.

Ada juga penanaman pohon akar wangi sejumlah 5.000 pohon untuk mencegah longsor, serta penempatan AMUS (Alat Material Untuk Siaga) di 14 titik di Stasiun Cibungur, Purwakarta, Cibeber, Rendeh, Padalarang, Cimahi, Bandung, Kiaracondong, Cicalengka, Cibatu, Ciawi, Tasikmalaya dan Banjar.

Baca Juga: Pemkot Bandung akan Buka Lowongan untuk 838 Formasi ASN Tahun 2024

"AMUS disiapkan untuk mengantisipasi banjir dan ambles di titik Dapsus," tambahnya.

AMUS sendiri merupakan alat bantu darurat yang terdiri dari batu balas, bantalan rel, pasir, karung, besi (untuk jembatan), alat penambat rel dan alat siaga lainnya. Persiapan tersebut untuk tindakan cepat ketika terjadi gangguan.

"Kami juga menerjunkan petugas untuk melakukan pemantauan di lokasi Dapsus sebanyak 32 petugas dan menambah Petugas Penilik Jalur (PPJ) ekstra sebanyak 60 petugas," tutupnya. ***