POJOKSATU.ID – Cuaca ekstrem yang melanda pesisir selatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berdampak serius terhadap aktivitas ekonomi para nelayan.

Hingga kini, sebanyak 86 perahu dilaporkan rusak atau tenggelam akibat gelombang tinggi yang terus terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Mengantisipasi potensi bahaya lanjutan, petugas gabungan dari unsur TNI/Polri, relawan, karang taruna, hingga nelayan setempat disiagakan untuk melakukan patroli dan pengawasan intensif di sepanjang garis pantai.

Baca Juga: AS Tunda Tarif Baru, Berlaku Efektif Mulai 7 Agustus

“Informasi dari BMKG, cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung hingga pertengahan Agustus. Kami tempatkan personel gabungan untuk patroli dan sosialisasi kepada masyarakat agar menjauhi bibir pantai,” ujar Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Kasatpolairud) Polres Cianjur, AKP Asep Machfud, dalam siaran pers yang diterima Pojok Satu.

Patroli dilakukan pada jam-jam tertentu guna memantau pergerakan masyarakat, khususnya wisatawan dan nelayan, agar tidak melakukan aktivitas berisiko di sekitar pantai.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Mahasiswa KKN Universitas Muria Kudus, Bikin Program Kerja ANTI BULLYING

Sosialisasi juga digencarkan sebagai upaya pencegahan kecelakaan laut.

Ratusan perahu yang sebelumnya ditambatkan di tengah laut maupun dermaga kini terpaksa didaratkan demi menghindari kerusakan lebih lanjut.

Proses evakuasi perahu terus dilakukan dengan melibatkan relawan dan petugas, terutama bagi perahu yang masih berada di area rawan hempasan gelombang.

“Evakuasi perahu masih berlangsung. Kami juga minta para nelayan ikut memantau kondisi sekitar dan membantu mengingatkan masyarakat,” tambah Asep.

Baca Juga: Apa Itu Kokurikuler dan Bagaimana Tujuannya? Ini Penjelasan dan Link Download Panduan Resmi 2025, LENGKAP Semua Jenjang

Cuaca buruk ini tidak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga memukul aktivitas ekonomi nelayan pesisir yang terpaksa menghentikan operasionalnya.

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov

"Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan kondisi laut akan benar-benar aman untuk dilayari Kembali," tutupnya. ***