POJOKSATU.id, Kota Bandung - Kebun binatang atau disebut juga Bandung Zoo saat ini tengah ditaksir beberapa lembaga konservasi yang ingin mengelolanya.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan bahwa hari ini pihaknya akan mulai menerima tawaran-tawaran atau kesediaan-kesediaan dari beberapa lembaga konservasi berbadan hukum yang sudah diundang.

Totalnya kata dia, ada 85 lembaga konservasi berbadan hukum yang diundang untuk ikut dalam kerangka pemanfaatan dari Kebun Binatang Bandung.

"Prosesnya diawasi langsung oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kota. Saat inipun, partisipasi masyarakat melalui berbagai macam saluran itu kami terima dan kami senang sekali bahwa perhatian dari begitu banyak pihak untuk Kebun Binatang Bandung ini menjadi motivasi kami untuk membentuk sebuah pengelolaan yang baik dan bertaraf internasional. Karena sudah mulai menarik perhatian lembaga-lembaga konservasi internasional juga," tuturnya di balai kota, Senin 13 Maret 2026.

Farhan mengaku menargetkan akhir bulan April ini sudah ada pengerucutan lembaga konservasi yang akan mengelola kebun binatang.

"Pasti ada, kan dari 85 itu belum semuanya memenuhi syarat yang kita tentukan. Ada pilihan? Selain ada syarat umum, juga ada syarat khusus.
Ada pilihan nggak khusus dari pemerintah kota misalnya," jelasnya.

Lanjutnya persyaratan terpenting yakni harus memiliki reputasi yang sangat baik.
Karena anggarannya yang akan dikelola besar.

"Maksudnya peluang investasinya tuh bisa diatas 50 miliar untuk 2 tahun pertama. Jadi 50 miliar itu perkiraan saya. Jadi memang mesti lembaga konservasi, badan-badan hukum yang memang memiliki kekuatan pengelolaan yang sangat baik," imbuhnya.

Disinggung taman safari turut dalam pendaftaran atau tidak, Farhan mengaku belum memastikannya.

"Saya belum lihat. Nanti kita lihat. Soalnya ribet. Mesti dapet KSP dulu baru dia bisa mengurusi izin konservasi," tutupnya.