POJOKSATU.ID - Kapolrestabes Bandung Kombes Budi Sartono membenarkan penangkapan terhadap sejumlah orang dalam kericuhan di depan Terminal Dago, Jalan Dago, Kota Bandung.

Kombes Budi menyatakan, mereka yang ditangkap itu adalah yang melakukan tindakan anarkis.

"Di Polrestabes sebanyak 7 orang (ditangkap). 4 orang terbukti melakukan anarkis," kata Kombes Budi Sartono, di Mapolrestabes Bandung, Selasa 15 Agustus 2023.

Baca Juga: FOTO : Nikmatnya Ngopi Sambil Melihat Keindahan Alam di Saung Koffie Hideung Karawang

Kombes Budi memastikan, 4 orang yang menjalani penyelidikan lebih lanjut itu bukanlah warga Dago Elos.

Akan tetapi, ia tak mengungkap dari kelompok mana mereka berasal.

"Kita tidak bisa menyebutkan kelompok mana. Yang pasti mereka bukan warga tempat itu dan mereka itu terindikasi ingin membuat suasana di sana itu tidak kondusif," kata dia.

Baca Juga: Heboh Ratusan Warga Mulyajaya Kecanduan Tramadol, Kapolres Karawang Ungkap Fakta Sebenarnya

Meski menjalani pemeriksaan lebih lanjut, keempat orang tersebut hingga kini belum ditetapkan sebagai tersangka.

"Mereka belum ditetapkan sebagai tersangka karena masih dimintai keterangan oleh penyidik," jelasnya.

Budi menjelaskan, pembubaran aksi warga Dago Elos semalam dilakukan karena mengganggu ketertiban umum, khususnya jalan raya Dago karena diblokir warga.

Baca Juga: Warga Nahdiyin Jatim Cenderung Pilih Prabowo Dibandingkan Ganjar, 11 Persennya Masih Galau

"Makanya dilakukan pendorongan dan penembakan, dari Polda Jabar yang melakukan penembakan gas air mata," tegasnya.

Sebelumnya, polisi sempat menembakkan gas air mata ketika kericuhan terjadi. Warga yang terkena gas air mata kemudian melarikan diri ke sejumlah ruas jalan.

Sementara, Hery Pramono, kuasa hukum Dago Melawan menjelaskan, ada sejumlah orang yang mengalami luka dan dibawa oleh polisi.

"Warga yang luka itu ada 4, nanti mungkin temen-temen bisa klarifikasi lagi, tapi terakhir itu dini hari itu ada 4 orang dan sekitar 7 yang masih ditahan termasuk 1 dari tim kuasa hukum advokasi Dago," kata Hery Pramono, ditemui di Dago Elos, Selasa 15 Agustus 2023.

Baca Juga: Kedapatan Bareng di Bandara Los Angeles, Sinyal Lisa Blackpink dan Frederic Arnault Berpacaran Makin Kuat

Jumlah korban kemungkinan masih akan bertambah seiring terus dilakukannya proses pendataan.

Hery menambahkan, dirinya belum mengetahui secara pasti luka yang diderita oleh korban.

Dia juga memastikan akan melakukan pendampingan hukum terhadap mereka yang ditangkap polisi.

Baca Juga: Preman Kampung Kocak, Kurang Uang Beli Miras lalu Rampas Tas Bocah 10 Tahun di Dayeuhkolot

"Kita sedang pendampingan teman-teman yang tertangkap, terus ya ada beberapa langkah hukum yang kita mungkin belum bisa dikeluarkan hari ini," terang Hery.

Hery pun menilai perbuatan yang dilakukan polisi terhadap warga Dago Elos terbilang brutal.

"Saya menilai sangat brutal, adanya tembakan gas air mata yang ditembakkan ke arah pemukiman warga pun dinilai tak pantas. Padahal, warga hanya ingin laporannya diterima secara baik oleh polisi, " papar Hery.

Baca Juga: Jilatan Es Krim Berbuntut Panjang, Polisi Segera Lakukan Penyelidikan Selebgram Oklin Fia

Ditegaskan Hery, bahwa warga Dago Elos hanya menginginkan laporan polisinya diterima.

"Goal dari warga kan masih ingin laporan diterima. Tapi malah mendapatkan perlakuan seperti ini," ujar dia.***