POJOKSATU.id, Kota Bandung - Kepala Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian (DKPP) Gin Gin Ginanjar menegaskan tim pemeriksaan hewan kurban atau antemortem (hewan belum sembelih) hari ini terakhir.
"Kita masih menyisakan waktu besok satu hari lagi. Makanya hari ini kita semua kerahkan nih, teman-teman," ujar Gin Gin di balai kota. Ada 23% itu dinyatakan tidak layak," tegas Gin Gin.
Hewan dinyatakan tidak layak karena belum cukup umur dan untuk yang kurang sehat dipisahkan kandangnya dari yang sehat.
"Iya, hampir mayoritas tidak cukup umur. Kalau yang sakit, sakit-sakit ringan, yang terbanyak tuh sakit orok, orok tuh apa ya, barusuh lah, bintil-bintil di bibir karena pola makan dan perubahan cuaca," jelasnya.
Begitupun yang sakit mata pengaruh peralihan dari tempat asal ke tempat perjualan yang terbuka.
Gin Gin menargetkan hewan terperiksa sebanyak 25.000 ekor naik dari tahun
tahun lalu sampai 18.150 ekor.
Namun ternyata di lapangan yang terperiksa, saat ini hanya 11.500 sehingga ia menilai hewan kurban saat ini ada penurunan.
"Menurun sih dari sisi, sisi jumlah ya. Tapi belum tahu kalau dari sisi yang motongnya, karena biasanya, pada hari H menjelang pemotongan pagi hari itu hewan-hewan kurban banyak berdatangan. Kebanyakan yang mesan itu datang hari H. Termasuk pedagang juga tidak banyak memasukkan hewannya. Mereka sangat hati-hati, selain karena beban, harga juga beban penyakit, pakan. Jadi memang kelihatannya ada sedikit penurunan kalau jumlah hewan yang dijual gitu," tuturnya.
Selain itu Gin Gin pun mengatakan karena daya beli menurun.
"Iya mungkin juga ada pengaruh dari daya beli, walaupun dari sisi harga sebetulnya kenaikannya enggak signifikan. Ada kenaikan, tapi itu wajar. Untuk domba itu sekitar 500.000 an lah sampai sejuta dibanding tahun lalu per ekor. Kalau sapi 1 sampai 2 juta memang, eh, kalau lihat tuh perubahan dari tahun lalu. Tapi secara umum masih relatif sama sih harganya," ujarnya.
Terkait kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan kurban, ditegaskannya tidak ada.
"Bukan PMK sih, kalau istilah kita kan kalau ada kelihatan ada sapi yang mengeluarkan lendir terlalu banyak, ya kita tuh bahasanya, PMK ringan lah, bukan PMK sebetulnya, tidak terlalu dikhawatirkan. Tapi kita lakukan, pengamatan, pemeriksaan, pengawas. Jadi PMK secara medis berpenyakit belum ditemukan," ucapnya.
Masih kata Gin Gin untuk hewan kurban tidak layak dipastikan tidak di jual karena tidak diberikan kalung sehat dan disarankan untuk dipisahkan dari tempat berjualan.
"Makanya sebelum berjualan tuh kan kita menyiapkan juga di setiap penjual tuh harus ada kandang-kandang isolasi, selain untuk yang penyakit, juga untuk yang memang tidak dinyatakan tidak layak sementara. Kalau yang sakit-sakitnya ringan kita berikan pengobatan, eh, sampai beberapa hari, nanti kalau kembali se-sehat itu diperbolehkan untuk dijual ya."



