Kejati Jabar Terima Penitipan Kerugian Keuangan Negara Rp6,5 miliar Kasus Korupsi Dana BOS Madrasah Kanwil Kemenag Jabar

Kejati Jabar terima titipan barang bukti kasus dugaan korupsi dana BOS Madrasah di Kemenag Jabar
Kejati Jabar terima titipan barang bukti kasus dugaan korupsi dana BOS Madrasah di Kemenag Jabar

POJOKSATU.id, BANDUNG – Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menerima titipan barang bukti kasus dugaan korupsi pengelolaan dana BOS Madrasah Kanwil Kemenag Jabar TA 2017 dan 2018, Kamis 1 November 2022.


Hingga 30 November 2022, penyidik telah menerima penitipan pengembalian kerugian keuangan Negara sebesar Rp6,5 miliar yang disetorkan ke rekening penampungan khusus di BRI Bandung.

Dalam kasus ini, Kejati Jabar sudah menetapkan empat orang tersangka.

Keempatnya adalah EH Ketua Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah Provinsi Jawa Barat Tahun 2017/2018.


Lalu AL, Bendahara Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah Provinsi Jawa Barat Tahun 2017/2018.

Sementara dua tersangka lainnya adalah dari pihak swasta.

Yakni MK, mantan Manajer Operasional CV Citra Sarana Grafika dan MSA Direktur CV Arafah.

“Keeempat tersangka ini modusnya melakukan Mark up biaya penggandaan soal ujian tersebut sehingga negara dirugikan diperkirakan sebesar Rp22 miliar lebih,” ungkap Kajati Jabar Asep Nana Mulyana.

Asep menuturkan, tindakan keempat tersangka bertentangan dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7381 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Pada Madrasah Tahun Anggaran 2017.

“Keempat tersangka diduga melanggar Pasal 2, Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” pungkas Asep Mulyana. (Arief/Pojoksatu)