Hadirkan Tata Kelola Terintegrasi, Pemkot Bandung Raih Penghargaan Smart Governance

Pemberian penghargaan Kategori Smart Governance oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatik, Semuel Abrijani Pangerapan kepada Wali Kota Bandung, Yana Mulyana yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bandung, Yayan Ahmad Brilyana di Hotel Grand Sahid Jaya Kota Jakarta, Kamis (1/12).

POJOKSATU.id, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali mendapatkan penghargaan. Kali ini, Pemkot Bandung menerima penghargaan dari Kementrian Komunikasi dan Informatika sebagai Terbaik Kategori Smart Governance Gerakan Menuju Smart City dalam dimensi Smart City.


Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatik, Semuel Abrijani Pangerapan kepada Wali Kota Bandung, Yana Mulyana yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bandung, Yayan Ahmad Brilyana di Hotel Grand Sahid Jaya Kota Jakarta, Kamis 1 Desember 2022.

“Alhamdulillah atas bimbingan Pak Wali dan Pak Sekda serta kerja sama semua stakeholder, tahun ini kita mendapatkan penghargaan smart government terbaik di Indonesia,” ujar Yayan seusai acara.

Yayan menyebut penghargaan ini merupakan apresiasi terhadap upaya Pemkot Bandung yang telah melaksanakan tata kelola Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang terintegrasi di Kota Bandung.


Baca Juga : Peduli Kaum Disabilitas, Pemkot Bandung Gelar Bursa Kerja Disabilitas Jumat 3 Desember

Smart governance, lanjut Yayan, meliputi pengelolaan aplikasi, pengelolaan infrastruktur, pengelolaan Sumber Daya Manusia dan pengelolaan data yang terintegrasi dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Di kota Bandung 4 hal tersebut yang kita lakukan terus menerus agar e-government-nya berjalan dengan baik dan bisa dilaksanakan dengan biaya yang murah yang mengacu pada pengelolaan SPBE,” kata Yayan.

Ia mengatakan, dengan smart governance tersebut dapat membuat layanan pemerintah kota Bandung lebih transparan.

“Kita sangat berharap ini menjadi unggulan kita, dengan smart governance, Kota Bandung lebih transparan karena kita mengandalkan sistem secara online itu kan mempermudah layanan pada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Yayan, penghargaan tersebut juga merupakan hasil kerja sama dan kolaborasi pentahelix antara OPD, masyarakat, akademisi, media, perusahan dan stakeholder lainnya.

Baca Juga : FBS Kota Bandung dan Forum Kecamatan Sehat Bersinergi Menuju ODF 100 Persen

“Mudah-mudahan penghargaan ini menjadi pemacu kami dalam menjalankan roda pemerintahan yang efektif dan efisien untuk memberikan pelayanan sempurna bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan (LAIP) Kemkominfo, Bambang Dwi Anggono mengatakan upaya kolaborasi menjadi hal yang penting dalam menciptakan SPBE yang efektif, kolaboratif, dan transformatif.

“Upaya kolaborasi nasional menjadi penting karena dianggap mampu menjembatani Indonesia agar dikenal luas sebagai Smart Nation,” ujar Bambang.

Penghargaan diberikan terhadap daerah dengan prestasi luar biasa dalam penerapan ide-ide Kota Cerdas yang memberikan manfaat untuk masyarakat.

“Kami memberikan award terhadap inisiatif smart city dalam quickwin yang dikembangkan oleh pemerintah daerah untuk mendorong implementasi kota cerdas di seluruh wilayah tanah air,” ujarnya Bambang.

Adapun kategori pemberian penghargaan didasari 6 dimensi Smart City, yaitu Smart Environment, Smart Economy, Smart Branding, Smart Governance, Smart Society, dan Smart Living. (adv/pojoksatu)