Setelah Flyover Kopo, Kota Bandung Tambah 2 Flyover dan Underpass Urai Kemacetan

Flyover Kopo Kota Bandung

POJOKSATU.id, BANDUNGKementerian PUPR memstikan akan menambah 2 flyover dan underpass di Kota Bandung.


2 flyover yakni Buahbatu-Kiaracondong dan Nurtanio (Jalan Pajajaran-Jalan Garuda).

Sedangkan 2 underpass di depan Gedung Sate Simpang Gasibu saat turun dari Pasupati serta Cibiru arah Jalan Soekarno Hatta.

“Pembangunan ini untuk mengurai kemacetan dan membantu percepatan KCIC,” jelas Satker PJN III Jabar Kementerian PUPR, Dedy Hariadi, Kamis 6 Oktober 2022.


Dedy mengungkap, pembangunan flyover Nurtanio dilakukan dalam waktu dekat dari Jalan Pajajaran ke Garuda direncanakan selesai pada quartal II 2024, dengan estimasi pengerjaan 14 bulan.

Sementara flyover Buahbatu sepanjang 2,4 km dengan struktur 1,4 km dan masih menunggu pembebasan lahan dari Pemprov Jabar.

BACA: Ridwan Kamil: Flyover Kopo Bandung Laik Digunakan

“Pendanaan Nurtanio, lahan dan kontruksi dari Kementerian PUPR. Anggaran pengadaan lahan Rp120 miliar. Sedangkan biaya konstruksi sebanyak Rp175 miliar,” paparnya.

Panjang fly over ini akan mencapai 937 m dengan bentang konstruksi sepanjang 210 m.

Untuk underpass, desain sudah dipersiapkan Pemkot Bandung.

Kita review kembali, sudah coba diusulkan tahun depan atau 2024. Masih tahap perencanaan dan kesiapan dari lahan,” ungkapnya.

Menurutnya, estimasi konstruksi ini selesai dalam waktu 12 bulan. Namun, sampai saat ini anggarannya belum keluar.

“Mudah-mudahan anggaran lekas ada, sehingga bisa kita selesaikan tahun depan pembangunan ini,” imbuhnya.

BACA: Kecamatan Bojongloa Kidul Juara Umum STQH 28 Pemkot Bandung 

Pihaknya optimis pembangunan 2 flyover dan underpass itu bisa mengurai kemacetan.

Itu berkaca pada flyover Kopo yang mengurai kemacetan Simpang Kopo dan Cibaduyut.

“Biasanya kalau lewat sana butuh waktu 15-20 menit, sekarang cukup dua menit sudah sampai,” ujar Dedy.

Namun, menurutnya perlu ada pembenahan di persimpangan Cibaduyut, jalur antara selatan ke utara.

“Kita akan pembenahan juga di jalur selatan ke utara. Siklus lalu lintasnya akan dikaji lagi oleh Dinas Perhubungan (Dishub),” tandasnya. (Arief/pojoksatu)