Penanganan Banjir di Kota Bandung, Pemkot Siapkan Berbagai Cara

Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna melakukan pennjauan di empat titik banjir di Kota Bandung

POJOKSATU.id, BANDUNG – Sejumlah langkah disiapkan Pemkot Bandung untuk mengantisipasi banjir di Kota Bandung memasuki musim penghujan.


Penanganan pun dilakukan berbeda di empat titik lokasi banjir di Kota Bandung.

Yakni Kolam Retensi Bima, Sungai Ciwarga Kelurahan Sukaraja, TPU Sirnaraga dan Jalan Tresna Asih Kecamatan Astana Anyar.

Di kolam Retensi Bima, benteng yang jebol akibat arus air diperbaiki dan dilakukan optimalisasi manajemen air di kawasan ini.


Sementara banjir di Sungai Ciwarga, ditangani dengan upaya perbaikan aliran sungai yang masuk ke Sungai Ciwarga.

Itu disampaikan Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna saat meninjau empat lokasi banjir di Kota Bandung, Kamis 6 Oktober 2022.

BACA: Pemkot Bandung Aktifkan Sungai Cisaranten Lama Atasi Banjir Gedebage

Menurut Ema, salah satu penyebab banjir adalah penyempitan jalur di sungai yang berakibat lubernya aliran sungai ke pemukiman warga.

“Namun kami perlu koordinasi dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai Citarum) karena ini mencakup lintas kota kabupaten,” ucap Ema.

Perbaikan aliran Sungai Ciwarga langsung dikerjakan usai peninjauan.

Ema menyebut, berdasarkan kesaksian warga, jika aliran air Sungai Ciwarga kondisi normal (tidak ada luapan), kawasan ini terbebas dari banjir.

Pihaknya juga menyiapkan penangan banjir jangka panjang dengan memanfaatkan lahan Kementerian PUPR yang bisa dijadikan kolam retensi.

“Saya akan lapor ke Pak Wali Kota, semoga bisa dikoordinasikan lahan ini agar dihibahkan kepada Pemkot Bandung,” tuturnya.

BACA: Atasi Banjir, Pemkot Bandung Bakal Bangun Rumah Pompa Kopo Citarip dengan Teknologi Sedot Lumpur

Di TPU Sirnaraga, sejumlah perbaikan pun digeber dengan pemasangan bronjong dan terasiring serta optimalisasi sumur imbuhan.

Sementara di Jalan Tresna Asih, Kecamatan Astanaanyar, penanganan banjir dilakukan dengan berkoordinasi bersama warga.

“Kalau dilihat, kawasan ini memang letaknya ada di bawah. Namun, ada sejumlah aspirasi masyarakat untuk meminimalisir arus air yang masuk ke kawasan ini.”

“Teknisnya akan dibahas dengan dinas terkait (DSDABM Kota Bandung),” kata Ema.

Ema mengingatkan, pemeliharaan sungai dalam konteks penanganan banjir di Kota Bandung perlu dilakukan secara masif dan terintegerasi.

“Tadi pak camat bilang kalau penanganan di Bima maksimal, volume air ke sini (Astana Anyar) bisa berkurang.”

“Jadi intinya, urusan sungai ini perlu integrasi. Tidak bisa otonom,” tandasnya. (Arief/pojoksatu)