Ade Puspitasari Soroti Sasaran Penerima BLT BBM di Jabar, Banyak yang Harus Dicek Ulang

Anggota DPRD Jawa Barat, Ade Puspitasari.

POJOKSATU.id, BANDUNG – Anggota DPRD Jawa Barat Ade Puspitasari menyoroti pembagian sejumlah bantuan sosial (bansos) khususnya Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM di Jabar yang kini sedang dicairkan pemerintah.


Asyanti menilai untuk penerimaan BLT BBM di Jabar belum semua tepat sasaran sehingga masih banyak yang harus direvisi dan diperbaiki.

“Sebenarnya, harus ada kerjasama antara pihak RT, RW dengan lingkungan setempat. Semua itu memerlukan pengawasan yang lebih detail secara keseluruhan,” ujar Ade Puspitasari.

BACA JUGA : Warga Bogor Meninggal Dunia saat Antre BLT BBM


Diketahui, penerimaan BLT BBM di Jabar tersebar di 27 kota/kabupaten.

Ade Puspitasari pun menyarankan harus ada penanganan dari daerah setempat agar lebih efektif supaya semua masyarakat dapat menerima BLT BBM di Jabar yang diberikan.

“Kita harus memberikan penanganan lebih jauh terhadap hal tersebut. Tokoh masyarakat seperti RT, RW dan kepala desa juga harus banyak membantu. Kalau mereka tidak melapor ke provinsi misalnya, kita tidak akan tahu kondisi di lapangan karena ini 27 kota kabupaten,” jelasnya Ade Puspitasari.

BACA JUGA : Dinsos Kabupaten Bekasi Harus Salurkan BLT BBM Secara Tepat Sasaran

Maka dari itu lanjut Ade Puspitasari, penyaluran BLT BBM di Jabar yang diberikan kepada masyarakat harus dikawal secara bersamaan agar semuanya merata.

Seperti diketahui BLT BBM sebesar Rp600 ribu dibagikan pemerintah sebagai imbas dari kenaikan harga BBM.

BLT BBM diberikan hingga Desember 2022 sebanyak empat kali, masing-masing pemberian sebesar Rp150.000 atau total mencapai Rp600.000.

BACA JUGA : Tanggapi Soal Pembagian BLT BBM di Jawa Barat, Ade Puspitasari Minta Pemerintah Validasi Penerimanya

Pemberian BLT BBM di Jabar dalam dua tahap dari empat kali penyaluran sehingga KPM akan menerima Rp300.000 setiap tahapnya. (Ipe)