Tiga Mahasiswa UIN Bandung Dianiaya OTK, Saksi : Korbannya Dibanting dan Ditonjok Bagian Mulut

ilustrasi penganiayaan

POJOKSATU.id, BANDUNG- Aksi pengeroyokan dan penganiayaan oleh sejumlah orang terhadap tiga mahasiswa UIN Bandung, masih dilakukan penyelidikan oleh Polisi.


Diduga aksi pengeroyokan terhadap tiga mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN SGD Bandung, bukan dilakukan oleh sesama mahasiswa.

Kapolsek Panyileukan Kompol Dadang Cahyadiawan mengatakan bahwa salah satu pelaku diduga warga.

“Menurut korban, salah satu pelaku merupakan warga sekitar bukan mahasiswa UIN, tapi korban belum tau siapa namanya,” kata Kapolsek Panyileukan Kompol Dadang Cahyadiawan, saat dikonfirmasi,Jumat 16 September 2022.


Kapolsek menjelaskan, berdasarkan keterangan korban, saat terjadinya tindakan pengeroyokan tersebut, bersamaan dengan penerimaan mahasiswa baru. Diduga para pelaku pengeroyokan itu, ikut masuk ke dalam kampus melalui pintu belakang kampus .

“Waktu itu kan ada penerimaan mahasiswa baru, ada kegiatan, jalan akses masuk ke UIn karena di depan penuh jadi akses masuk dari belakang lewat gang, warga bisa masuk ke dalam,” jelasnya.

Untuk mengetahui dan mencari pelaku pengeroyokan, rencananya polisi akan melakukan pemeriksaan terhadap salah satu petugas keamanan kampus UIN, untuk mendapatkan keterangan tambahan.

“Nanti kita melakukan pemeriksaan ke security,” katanya.

BACA : Sadis ! Anggota PPSU Kelurahan Rawa Barat Aniaya Pacarnya, Kepala Ditendang, Badan Korban Ditabrak Motor

Kejadian pengeroyokan terhadap Tiga orang mahasiswa di Bandung, menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal (OTK).

Para yang diketahui merupakan mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN SGD Bandung, dikeroyok dua orang, di kawasan parkir Fakultas Adab dan Humaniora, UIN SGD Bandung, Selasa (30/8/2022) lalu.

Ketiganya berinisial M, L dan H. Salah seorang korban yakni M dalam memberikan keterangan saat diwawancarai menuturkan, awalnya ia tengah menghadiri acara perkumpulan ketua mahasiswa se jurusan di FDK, Senin (29/8) lalu.

Salah satu korban berinisial M (21) mengatakan, kejadian ini bermula saat dirinya mendatangi DPR (Dibawah Pohon Rindang) menghadiri

Saat berada di lokasi, dirinya sempat mendengar terjadi keributan. Ia pun menghampiri keributan tersebut. Namun saat dihampiri, ia malah ditegur oleh dua orang yang ia tidak kenali.

“Kami lihat ada marah uring-uringan dalam keadaan mabuk, kedua orang itu melihat kita nyamperin marah-marah ke kita,” kata M dikonfirmasi, Rabu (14/9/2022).

Pada waktu itu, terjadi cekcok mulut baik M dan dua orang yang tak dikenalnya tersebut. Namun setelah cekcok, keduanya meminta maaf kepada M.

Namun keributan tak henti disitu. Tiba-tiba saat yang bersamaan, ada orang lain yang mengaku rekan kedua orang yang sempat menghampiri M. Orang tersebut menanyakan dengan kondisi marah.

“Orang tersebut bilang, ‘saha nu ngajak gelut adi uang (siapa yang ngajak berantem adil saya)’, seketika yang dua orang tadi yang minta maaf datang lagi dan emosi lagi, langsung nunjuk saya ‘tah ieu a nu gondrong (ini a yang gondrong)’,” terang M.

Disitu pengeroyokan pun tak terhindarkan. M dan korban H serta korban L yang ada di lokasi dikeroyok.

BACA : Penampakan Pelaku Pengeroyokan Anggota TNI Hingga Tewas di Jakut, Polisi Ungkap Motif, Ternyata

Meski sempat menghindari keributan, namun mereka terus dikeroyok. Kejadian tersebut terjadi sangat singkat, karena keburu dilerai oleh petugas Satpam, yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.

“Nah baru satpam pada datang, saya minta maaf disuruh satpam maaf-maafan dulu,” ujarnya.

M mengira kejadian tersebut telah usai. Namun keesokan harinya Selasa (30/8) M dicari seorang pria menanyakan permasalahan yang terjadi.

M menjelaskan duduk perkara, orang tersebut akan meluruskan kejadian tersebut dan meminta M jangan pulang dulu agar permasalahan selesai hari itu juga.

“Pas azan magrib, saya dijemput sama dua orang berbeda, enggak dikenal. Saya ikut dibawa ke parkiran tempat ribut di parkiran Adab, keadaan gelap, dibawa kesana ternyata sudah banyak orang,” ujarnya.

Sesampainya di sana, M langsung dikeroyok oleh beberapa orang. Hingga akhirnya M dilerai oleh dosen yang kebetulan melintasi di lokasi kejadian.

“Ada yang nyamperin, dan langsug nonjok bagian mulut, saya kan jongkok langsung bangun, nah disitu dimulai pengeroyokan itu, disambut pukulan-pukulan lain dari mana-mana, lihat ke belakang teman saya mau bantu (inisial L) malah kena juga, saya mau ikut membatu dijambak, dibanting, diseret ke ujung dan disiksa lagi,” jelas M. (arif/pojoksatu)