Pengacara Pertanyakan Kenapa Habib Bahar Belum Dibebaskan, Tuankotta: Ada Apa?

Habib Bahar seharusnya sudah bebas pada 17 Agustus kemarin, namun hingga kini masih belum ada informasi kebebasannya. Foto/IST

POJOKJABAR.id, BANDUNG – Ichwan Tuankotta selaku pengacara Habib Bahar mempertanyakan mengapa hingga saat ini kliennya belum dibebaskan dari tahanan.


Vonis majelis hakim yang memutuskan hukuman penjara 6 bulan 15 hari maka seharusnya Habib Bahar bebas tanggal 17 Agustus lalu.

“Habib Bahar mestinya bebas tanggal 17 Agustus karena hakim memutuskan 6 bulan 15 hari, masa penahanan habis pas diputus,” ujarnya saat dihubungi, Senin (22/8/2022).

Ia menuturkan pihaknya meminta kejaksaan untuk membebaskan Habib Bahar sesuai hukum yang berlaku. Ichwan mengatakan jika vonis pengadilan sama dengan waktu masa penahanan habis maka wajib untuk dibebaskan.


BACA JUGA : Habib Bahar Divonis 6 Bulan, Hakim PN Bandung : Sudah Tepat, Alasannya

Pihaknya tidak memahami alasan jaksa belum membebaskan Habib Bahar. Ia mendapatkan informasi jika kejaksaan melakukan banding yang belum ditembuskan kepada kliennya.

“Informasi yang kami dapat putusan dibacakan Selasa 15 Agutsus hari itu juga banding, gak bisa nabrak ketentuan lagi. Banding itu harus ada waktu seminggu apalagi di pengadilan, jaksa pikir-pikir kenapa jadi banding,” katanya.

BACA JUGA : Habib Bahar Divonis 6 Bulan, Langsung Puja-puji Hakim, Masih Ada Keadilan di Indonesia Ini

Ichwan mengatakan pihaknya sudah melakukan aksi di depan kantor kejaksaan tinggi Jabar meminta Habib Bahar Bin Smith dibebaskan.

Selain itu pihaknya akan mengirimkan surat perlindungan ke Menkopolkuham dan ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Kita keberatan sikap kejaksaan tinggi Banding kedua mengirimkan hari ini surat audiensi ke Menkopolhukam besok. Upaya hukum berjuang terus dilakukan karena wajib dibebaskan,” katanya.

BACA JUGA : Habib Bahar Langsung Bebas Usai Divonis 6 Bulan Kasus Hoaks KM 50 Laskar FPI

Sebelumnya, Habib Bahar Bin Smith terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong divonis 6 bulan 15 hari hukuman penjara oleh majelis hakim yang diketuai oleh Dodong Rusdani, Selasa (16/8/2022).

Ia terbukti menyebarkan berita yang tidak pasti saat ceramah di Margaasih, Kabupaten Bandung Desember 2021 dan berpotensi menyebabkan keonaran.

“Menjatuhkan dakwaan pidana 6 bulan dan 15 hari,” ujar majelis hakim Dodong saat membacakan putusan di ruang sidang Pengadilan Negeri Bandung Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung.

Dodong mengatakan pada dakwaan primer dan subsider pertama terdakwa tidak dinyatakan bersalah. Namun dakwaan subsider lebih dinyatakan bersalah.

“Mengadili terdakwa Assayid Bahar Bin Smith alias Habib Bahar tidak terbukti bersalah melakukan dakwaan primer dan subsider pertama,” ujarnya. (Arif)