Pengakuan 6 Korban Pencabulan Kapala Sekolah, “Rok Saya Dibuka”

Ilustrasi Pencabulan

Ilustrasi Pencabulan

POJOKSATU.id, MALANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang akan menurunkan tim khusus, untuk membantu enam bocah Sekolah Dasar (SD) yang menjadi korban pencabulan.

Diketahui, pelaku tindakan asusila tersebut tak lain adanya gurunya sendiri yang juga kepala sekolah di salah satu SD swasta di Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

“Untuk korban jelas kami jangkau, kami juga membantu proses penyidikan,” kata Kepala DP3A Kabupaten Malang Sri Redjeki Pantjaningsih kepada JawaPos.com, Sabtu (18/11).

Pantja menjelaskan, trauma healing diberikan jika keenam korban pencabulan mengalami trauma. Tim dari DP3A Kabupaten Malang akan melihat sejauh mana kebutuhan korban untuk trauma healing.

Pendampingan juga akan terus mereka berikan, termasuk untuk proses hukum. Mulai dari berkas telah dinyatakan P21 alias lengkap, dan siap diteruskan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen hingga persidangan. “Tetap kami kawal,” tegasnya.

Selain mendapatkan trauma healing serta pendampingan dari DP3A, para korban pencabulan juga akan direhabilitasi. Mereka bekerja sama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Malang untuk langkah ini.

Upaya rehabilitasi dilakukan untuk membuat psikologi para siswa menjadi seperti semula dan mampu kembali bersosialisasi dengan lingkungannya.

“Orang tua juga akan kami berikan pemahaman mengenai rehabilitasi,” tutup Pantja.



loading...

Feedss