Instagram Ciptakan Fitur Indentifikasi Posting Sponsor, Seperti Apa?

Instagram (foto Tech Chruch)

Instagram (foto Tech Chruch)

POJOKSATU.id, JAKARTA –  Instagram tengah menciptakan fitur terbaru menggunakan format transparansi terkait postingan yang dibayar oleh sponsor atau iklan, seperti dilansir Tech Crunch, rabu (14/5).

Fitur ini bukan ditujukan untuk iklan yang dibeli langsung dari Instagram melainkan untuk pemilik akun yang melakukan pemasaran dari akun influencer.

Pemasaran influencer atau bisa disebut endorse ini kerap kali membayar selebriti dan akun influencer untuk memasarkan produk mereka.

Ini adalah area yang diminati oleh setiap perusahaan teknologi dan media besar, namun juga kerap kali menimbulkan pertanyaan seputar keterbukaan dan transparansi.

Federal Trade Commission baru-baru ini mengirim surat kepada lebih dari 90 influencer, selebriti dan perusahaan untuk mengingatkan mereka bahwa mereka perlu menjelaskan secara jelas kapan pos mereka disponsori.

Itu artinya nanti tak akan ada lagi yang dapat menyembunyikan kemitraan mereka dalam posting bernada ambigu seperti “Sepatu, [Nama Sponsor Disini]!”

Direktur Program Kreatif Instagram Charles Porch mengatakan bahwa kebanyakan influencer dan pengiklan mencari jalan pintas untuk merujuk pada produk yang dituju tanpa dikatahui kemitraannya.

“Orang-orang membangun bisnis yang menakjubkan di Instagram di seluruh dunia, dalam berbagai jenis dan skala,” kata Porch

Jadi dengan fitur baru ini, influencer memberi tag merek sponsor dalam akun mereka, dengan menyertakan nota “Paid partnership with [brand]” di bagian paling atas. Hal ini juga berlaku di Insta Story.

instagram

Contoh posting menggunakan fitur identifikasi sponsor

instagram

Contoh posting menggunakan fitur identifikasi sponsor di Instastory

Instagram saat ini masih menguji fitur terbaru ini dengan pengguna tertentu, termasuk BuzzFeed dan Aimee Song.

Lalu apakah perusahaan pada akhirnya mengharuskan semua orang untuk menggunakan tag ini saat mereka menjalankan konten sponsor?

“Saat ini, kita masih dalam tahap pertama,” kata Porch. “Tujuannya adalah untuk satu, mendidik orang untuk mendapatkan umpan balik. Akan ada penegakan hukum, tapi pertama-tama kami ingin mendapatkan umpan balik tentang bagaimana reaksi semua orang terkait hal ini” tambahnya.

(mia/pojoksatu)

Feeds