Rahasia Perusahaan Facebook Bocor di Internet

Facebook

Facebook

POJOKSATUA.id, JAKARTA – Layanan jejariang sosial terbesar di dunia, Facebook tengah mengalami sorotan. Pasalnya rahasia perusahaan Facebook bocor di internet. Sebuah panduan penyaringan konten Facebook bocor oleh sebuah surat asal Inggris, Guardian.

Kumpulan besar dokumen internal Facebook yang bocor itu, menjadi anggapan bagaimana karyawan jaringan sosial terbesar di dunia tersebut lengah akan hal ini.

Panduan manual tersebut mengungkapkan kriteria yang digunakan untuk menilai postingan layak atau tidaknya diposting dalam situs yang didirikan oleh Mark Zukerberg itu.

Panduan tersebut berisi tentang kriteria postingan yang bersifat terlalu keras, seksual, rasis, penuh kebencian atau didukung terorisme.

The Guardian mengatakan kebocoran tersebut terjadi setelah anggota parlemen Inggris mengatakan bahwa sosial media raksasa itu “gagal” menangani konten beracun.

Surat kabar tersebut mengatakan bahwa pihaknya berhasil mendapatkan lebih dari 100 cara yang digunakan dalam internal Facebook untuk mendidik moderator tentang apa yang bisa dan tidak dapat diposting di situs tersebut.

Pihak Facebook telah mengakui bahwa dokumen yang beredar di surat kabar Guardian serupa dengan yang digunakannya secara internal.

Manual tersebut mencakup beragam topik sensitif, termasuk ucapan kebencian, balas dendam pornografi, merugikan diri sendiri, bunuh diri, kanibalisme dan ancaman kekerasan.

Moderator Facebook yang diwawancarai oleh surat kabar tersebut mengatakan bahwa kebijakan yang digunakan Facebook untuk menilai konten “tidak konsisten” dan “aneh”.

Proses pengambilan keputusan untuk menilai apakah konten tentang topik seksual harus tetap atau berjalan adalah yang paling “membingungkan”, kata mereka.

Kelompok Hak Terbuka, yang melakukan kampanye untuk masalah hak digital, mengatakan bahwa laporan tersebut mulai menunjukkan seberapa besar pengaruh Facebook dapat menguasai lebih dari dua miliar pengguna.

“Keputusan Facebook tentang apa dan tidak dapat diterima memiliki implikasi besar untuk kebebasan berbicara,” kata sebuah pernyataan ORG. “Kebocoran ini menunjukkan bahwa membuat keputusan ini rumit dan penuh dengan kesulitan,” lanjutnya.

Mereka juga menambahkan: “Facebook mungkin tidak akan pernah bisa melakukannya dengan benar namun setidaknya harus ada transparansi dalam proses yang mereka lakukan”.

(mia/pojoksatu)


loading...

Feeds