Bandara Buka Posko, Puncak Lonjakan Mudik Lebaran 2018 Diprediksi H-7

Aktivitas keberangkatan penumpang di Bandara Juwata Tarakan.

Aktivitas keberangkatan penumpang di Bandara Juwata Tarakan.

POJOKSATU.id, TARAKAN – Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, Bandara Juwata Tarakan akan membuka posko angkutan untuk memberikan pelayanan maksimal beserta info keberangkatan. Begitu juga untuk peningkatan penumpang. Diperkirakan akan naik sebesar lima persen dengan puncaknya pada H-7 sebelum Idul Fitri.

Kepala Seksi Pelayanan Bandara Juwata Tarakan, Roslan mengatakan, untuk persiapan posko, pihaknya sudah antisipasi semua untuk laporan data. Karena menurutnya, kemungkinan akan ada peningkatan penumpang. Begitu juga antisipasi lonjakan penumpang pada saat check in di jam siang.

“Biasanya agak kesulitan untuk mengantisipasi pengaturan penumpang, sehingga kami antisipasi di jam itu agar tidak menumpuk,” katanya.

Bahkan pihaknya menginginkan adanya spanduk dari setiap maskapai, agar dua jam sebelum pemberangkatan sudah dapat terinfokan kepada masyarakat.

Sehingga saat check in, tidak lagi begitu menumpuk di ruangan. Begitu juga untuk cleanning service dipersiapkan sehingga penumpang dapat lebih nyaman berada di ruang tunggu, toilet dan semua kebutuhan bisa terpenuhi.

Untuk prediksi kenaikan penumpang, diperkirakan akan naik lima hingga 10 persen. Disebutkannya, total 2000 hingga 3000 penumpang perharinya. Tetapi lanjutnya, prediksi kenaikan bisa meleset sejak penerbangan langsung dari Malinau ke Balikpapan dan Tanjung Selor ke Balikpapan beroperasi.

“Kemungkinan jika di sana full, maka bisa lari ke Tarakan. Inilah yang diantisipasi,” ungkapnya.

Namun tetap saja pihaknya mengantisipasi. Menurutnya kenaikan bisa berpengaruh karena di Malinau dan Nunukan hanya menggunakan pesawat ATR dengan seat mencapai 42 hingga 45 saja.

Jika kapasitas full penumpang, sudah pasti sebagian beralih ke Bandara Juwata Tarakan. Tambahnya lagi, melonjaknya penumpang dapat dilihat dari H-7 hingga H+7.

“Semuanya diantisipasi, karena walaupun ada penerbangan langsung tetapi hanya menggunakan pesawat kapasitas kecil. Sehingga harus diantisipasi melonjaknya penumpang agar tidak kewalahan,” jelasnya.

Lebih lanjut urai Roslan, sama halnya dengan harga yang tidak bisa diketahui waktu akan naik atau tidaknya, karena semua sudah tersistem dari operator penerbangan.

Jadi, pihaknya hanya akan memantau harga standar yang telah terpampang di depan check in, dan jika lebih dari itu maka akan langsung ditindak ke semua penerbangan.

“Sehingga masyarakat tidak lagi dirugikan, ketika harganya melebihi dari yang telah ditentukan oleh Direktorat Angkutan Udara, maka akan ditindaklanjuti,” pungkasnya.

(*/naa/zia/pojoksatu)



loading...

Feedss