Ramadan dan Lebaran, Permintaan Mamin Diprediksi Meningkat

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, SURABAYA – Permintaan makanan dan minuman (mamin) diprediksi meningkat hingga 50 persen memasuki momen Ramadan dan Lebaran 2018.

Hal ini diungkapkan Gabungan Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi).

Karenanya, disampaikan Ketua Gapmmi Adhi S Lukman, pelaku usaha industri yang tergabung dalam asosiasi ini akan menyediakan pasokan mamin lebih dari biasanya.

Selain itu, akan meningkatkan produksinya hingga 20-30 persen dari biasanya.

“Para pelaku usaha mamin yang tergabung dalam GAPMMI sudah mulai melakukan persiapan stok barang sebagai bentuk menyambut bulan Ramadan 2018,” terangnya.

Sementara itu, terkait dengan harga mamin jelang Ramadan dan Lebaran, dikatakannya masih terpantau stabil.

Bahkan, masing-masing industri justru akan menyediakan potongan harga untuk mendorong penjualan.

Menurutnya, pemberian potongan harga tersebut diharapkan mampu meningkatkan penjualan hingga mencapai 30 persen.

Selain itu, para pelaku usaha mamin saat ini sudah melakukan persiapan stok barang. Bahkan, distribusinya pun juga telah dilakukan di berbagai daerah.

Persiapan tersebut sudah dilakukan sejak Februari lalu dan akan terus berlanjut hingga saat ini.

“Kami terus berlanjut memasok barang-barang (mamin) sampai proses distribusinya juga sudah dilakukan ke berbagai daerah-daerah di Pulau Jawa maupun lainnya,” katanya.

Terpisah, Gubernur Jawa Timur Soekarwo menjamin pasokan bahan pokok di Jawa Timur menjelang Ramadan dalam kondisi aman.

Gubernur Jatim meyakinkan harga bahan pangan dan pokok ketersediannya masih relatif cukup, bahkan Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang memasok bahan pangan pokok ke 16 provinsi di Indonesia.

(sb/cin/jek/JPR/pojoksatu)




loading...

Feedss