Soal Impor Beras, HKTI Bilang Begini

Ilustrasi. Foto via net

Ilustrasi. Foto via net

POJOKSATU.id, JAKARTA – Rencana pemerintah untuk memutuskan impor beras ditanggapi Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.

Ia mengingatkan pemerintah berhati-hati dalam rencananya itu.

Diharapkan, keputusan impor itu tidak membuat resah masyarakat dan petani sehingga harga gabah anjlok saat panen raya sebentar lagi.

Diketahui, waktu panen yang paling bagus adalah Februari sampai April. Dan bulan Maret-April adalah peak panen.

“Jangan sampai karena isu impor harga dari petani rusak,” ujarnya.

Soal impor beras, dikatakan Moeldoko, bisa dilakukan jika produksi beras di dalam negeri memang mengalami kekurangan.

Sedangkan saat ini, dia menilai produksi beras masih cukup.

Apalagi, kata dia, selama ini para petani juga sedang berusaha keras menggiatkan peningkatan produksi padi.

“Jika impor beras hanya karena masalah harga beras yang naik di pasaran, maka yang harus diperbaiki adalah tata kelola distribusi beras. Apalagi, pada Februari mendatang akan mulai ada panen di sejumlah daerah. Saat panen, harga gabah dan beras akan turun lagi,” tegasnya.

Moeldoko mengakui, grafik panen setelah April hingga Agustus cenderung menurun.

Oleh sebab itu, harus dilakukan upaya agar grafik panen ini tidak naik turun, melainkan selalu ada panen di setiap bulan.

“Jadi solusinya harus tiada hari tanpa panen. Harus selalu ada panen. Selain itu, perlu dibangun storage-storage di daerah-daerah untuk cadangan beras selain mengandalkan gudang milik Bulog,” ujar mantan Panglima TNI ini.

Untuk itu, Moledoko mengatakan, dibutuhkan kebijakan pangan nasional dalam menentukan impor beras ini.

(flo/jpnn/pojoksatu)


Feeds