Biaya Logistik Berpeluang Turun

ilustrasi

ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Masita menilai, biaya logistik masih ada peluang untuk turun.

Dikatakannya, hal ini bisa terjadi jika pemerintah melakukan moratorium tarif.

“Jadi, tarif-tarif yang berhubungan langsung dengan logistik di bandara dan pelabuhan dilakukan moratorium,” kata Zaldy.

Disebutkan, selama ini, pemerintah melakukan pengaturan terhadap pengenaan tarif infrastruktur transportasi.

Selain membahas soal peluang penurunan biaya logistik, pihaknya juga meminta adanya penghapusan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di bandara dan pelabuhan.

Ketentuan PNBP di sektor perhubungan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2015.

Meski demikian, beberapa komponen biaya logistik pada tahun ini menunjukkan penurunan.

Terutama terjadi karena perbaikan infrastruktur yang sedang gencar dilakukan pemerintah belakangan.

Namun, penurunan tersebut mengompensasi untuk komponen lain yang biayanya malah meningkat.

“Ada biaya-biaya tambahan. Misalnya, kemacetan di jalur-jalur tertentu yang makin parah. Ditambah kenaikan tarif di pelabuhan yang masih menggunakan mata uang dolar AS,” paparnya.

Padahal, pada tahun ini perkembangan arus logistik tidak menunjukkan perbaikan yang signifikan.

Kenaikannya mencapai sepuluh persen dibandingkan 2017 lalu.

“Realisasi itu tidak sesuai dengan forecast pada awal 2017 yang sekitar 14 persen,” katanya.

(res/c4/sof/pojoksatu)


Feeds

AM Fatwa

Innalillahi! AM Fatwa Tutup Usia

POJOKSATU.id – Indonesia kehilangan putra terbaiknya. Pagi tadi (14/12), Andi Mappetahang Fatwa atau lebih dikenal dengan AM Fatwa meninggal dunia. Pria …