Tingginya Biaya Logistik Jadi Kendala Importir

ilustrasi

ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ketua Umum Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (Ginsi) Anton Sihombing tingginya biaya logistik masih menjadi rintangan besar bagi importir.

Biaya logistik sendiri diperkirakan berkontribusi 30–36 persen terhadap total biaya operasional.

Karena hal ini, daya saing Indonesia di negara-negara ASEAN berada di posisi keempat untuk parameter logistic performance index (LPI).

Tertinggal dari Singapura, Malaysia, dan Thailand.

“Meski dwelling time (waktu tunggu di pelabuhan) sudah tercapai seperti waktu yang diinginkan, cost bukannya turun, malah naik,” katanya.

Karena itu, pihaknya meminta seluruh pengurus Ginsi bekerja sama dengan instansi maupun asosiasi terkait.

“Misalnya, kami minta tiap ada kenaikan tarif di pelabuhan harus diikutsertakan,” imbuh Anton.

Ketua Ginsi DKI Jakarta Subandi juga mengungkapkan hal senada.

Dikatakannya, kontribusi biaya logistik di Malaysia dan Singapura kurang dari 20 persen.


Feeds