ESDM Batasi Ruang Gerak Freeport

ilustrasi

ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pemerintah bakal membatasi ruang gerak PT Freeport Indonesia (PT FI) untuk melakukan initial public offering (IPO).

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

Dikatakannya, untuk bisa melakukan IPO, Freeport harus terlebih dahulu melakukan divestasi.

“Nanti, setelah pemerintah pusat, pemerintah di wilayah Papua dan segala macam itu punya 51 persen (saham PT FI, Red) secara kumulatif. Nanti semestinya dipikirkan untuk IPO di kemudian hari. Enggak sekarang (IPO-nya, Red),” kata Jonan.

Diketahui, negosiasi divestasi saham PT FI sendiri mundur dari kesepakatan awal.

Pemerintah sebelumnya ingin divestasi rampung pada akhir 2018. Namun, diundur menjadi awal 2019.

Menurut Jonan, setelah divestasi selesai, pihaknya berharap IPO PT FI dilakukan di BEI, bukan di bursa saham luar negeri.

“Ya, kami sih inginnya mereka listing di sini,” lanjutnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT BEI Tito Sulistio mengatakan, BEI bersama otoritas bursa dapat membikin peraturan yang membuat PT FI harus melakukan IPO di Indonesia.

“Bisa-bisa saja kok kalau kami mau buat aturan supaya mereka enggak bisa listing di luar. Lagian, masak mereka cari uang di sini, listing-nya di negara lain?” katanya.

(rin/c11/sof/pojoksatu)


Feeds