BI Dukung Pembentukan Pelaku Bisnis Syariah

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) akan berupaya menciptakan pelaku usaha baik skala kecil sampai besar dalam bisnis syariah.

Hal ini diungkapkan Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo.

Disebutkan, untuk mewujudkannya salah satunya dengan melakukan kampanye dan sosialisasi dalam penyelenggaraan Indonesia Shari’a Economic Forum (ISEF) 2017.

Indonesia merupakan negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia. Kondisi itu membuat Indonesia menjadi pasar terbesar dalam kebutuhan halal.

Sayangnya, potensi ini tidak bisa terpenuhi. Para pengusaha maupun industri harus gigit jari karena terus digerus produk halal negara lain.

Padahal, kebutuhan produk halal baik di dalam negeri maupun luar negeri mencapai Rp 3.000 triliun per tahun.

“Apa itu makanan, fashion maupun kosmetik, farmasi dan lain-lain. Tahun 2015 pernah diestimasi, size atau jumlah kebutuhan itu sekitar hampir Rp 3.000 triliun,” ujarnya.

“Nah, bagaimana kita harus menciptakan pelaku bisnis baik yang besar, menengah atau kecil untuk memproduksi, memasarkan memenuhi kebutuhan itu, sehingga kebutuhan kita banyak dipenuhi oleh dalam negeri. Ini yang disebut halal supply chain,” tambahnya.

Selain fokus pengembangan bisnis makanan halal, juga akan dikembangkan fesyen halal dan wisata halal.

Diharapkan, pelaku bisnis yang akan dikembangkan BI dapat mendorong ketersediaan kebutuhan halal di Indonesia maupun di luar negeri kedepannya.

“Mengenai halal tourism, itu juga jadi salah satu fokus pengembangan sampai kemudian juga cosmetic maupun obat-obatan. Pelaku ekonomi itu bisa kecil, pemberdayaan ekonomi pesantren sampai terbesar,” tandasnya.

(cr4/JPC/pojoksatu)


Feeds