Musim Panen, Harga Jual Garam Masih Tinggi

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pada musim panen tahun ini, harga jual garam di tingkat petani berkisar Rp 1.900–2.100 per kilogram.

Jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, angka itu lebih tinggi. Pada panen terakhir 2015 lalu, hanya dibanderol Rp 500–700 per kilogram.

Ketua Himpunan Masyarakat Petani Garam (HMPG) Jatim M. Hasan membenarkan hal tersebut.

Dikatakan, terbentuknya harga tersebut tidak terlepas dari efek paceklik tiga sampai empat bulan lalu.

Saat itu, harganya bisa mencapai Rp 4 ribu per kg. Akibatnya, harga jual oleh pabrikan juga melonjak.

“Tapi, dampak harga tersebut ke konsumen tidak terlalu signifikan,” katanya.

Ketika harga di pasaran telanjur tinggi, pabrikan memilih untuk menyesuaikan harga beli dari petani.

Sekarang ini, harga yang diterima petani naik hampir tiga kali lipat jika dibandingkan dengan dua tahun lalu.

Harganya menyesuaikan dengan kualitas. Sementara itu, perhitungan harga garam sampai di gudang pabrik Rp 2.100–2.400 per kg. Salah satunya terkait biaya angkut.

Dirinya berharap harga yang terbentuk sekarang bisa menjadi acuan pemerintah bila akan menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP).

Sebab, sebenarnya, HMPG telah mengusulkan harga terendah untuk HPP, yaitu Rp 1.500 per kg. Tingginya harga mengikuti kualitas garam.

Hingga kini, panen di sentra-sentra garam terus berlangsung. Mulai empat kabupaten di Madura hingga sentra di Sidoarjo dan Pasuruan.

Feeds