Harga Bengkuang Anjlok, Petani Gigit Jari

Ilustrasi/foto net

Ilustrasi/foto net

POJOKSATU.id, SEMPU – Petani di Dusun Klontang, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu harus gigit jari.

Pasalnya, hasil panen bengkuang mereka kurang bagus. Ukurannya lebih kecil dibandingkan panen empat bulan lalu.

Salah satu petani, Tohari menuturkan, meski ukurannya kecil, ia tetap memanennya karenan memang sudah waktu panen.

Para petani di Dusun Klontang makin gigit jari, karena harga jual bengkuang di pasar ternyata turun.

Saat ini, harga buah ini hanya Rp 3.000 per kilogram. Harga ini tentunya jauh dibandingkan sebelumnya yang bisa mencapai Rp 5.000 per kilogram.

“Harganya masih bisa turun jika pembeli membeli dalam jumlah banyak,” ujarnya.

Sementara itu, hasil panen milik Tohari tidak hanya dipasarkan di wilayah lokal tapi juga sampai ke Bali.

Pasalnya, buah ini banyak permintaan terutama untuk dijadikan bahan pemutih kulit.

Selain itu, buah yang dalamnya berwarna putih ini juga bisa dijadikan beragam olahan makanan.

“Bengkuang bermanfaat untuk menetralkan darah tinggi,” paparnya.

(bw/sli/als/JPR/pojoksatu)

Feeds