Serapan KUR di Bengkulu Rendah, Ini Sebabnya

ilustrasi

ilustrasi

POJOKSATU.id, BENGKULU – Serapan kredit usaha rakyat (KUR) di Provinsi Bengkulu baru menembus Rp 305 miliar dari plafon sebesar Rp 850 miliar.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu Yan Syafri membenarkan hal tersebut.

Dikatakannya, rendahnya serapan KUR disebabkan karena skema penyalurannya yang berbeda.

“Tahun sebelumnya besaran total dana KUR sejak program ini bergulir di kisaran tahun 2015, tergolong bagus karena mendekati angka Rp 1 triliun. Persis tahun sebelumnya sekitar Rp 900 miliar,” ungkapnya.

Dia menegaskan kondisi ini dapat terjadi karena dana yang disalurkan ada murni milik bank.

Sedangkan pemerintah hanya melakukan subsidi bunga saja sebesar sembilan persen per tahun.

Konsep ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya saat KUR dijalani.

Melalui skema ini jika suatu bank mempersyaratkan suku bunga sekitar 11-13 persen per tahun, maka pemerintah telah menanggung sembilan persennya.


Feeds