Kemilau Sulawesi 2017 Menggoda Wisatawan di Surabaya

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar pameran ‘Kemilau Sulawesi’ di Atrium Royal Plaza Surabaya, Jawa Timur, 11-12 Nopember 2017. (sumber foto : sportourism.id)

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar pameran ‘Kemilau Sulawesi’ di Atrium Royal Plaza Surabaya, Jawa Timur, 11-12 Nopember 2017. (sumber foto : sportourism.id)

POJOKSATU.id, Surabaya – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar pameran ‘Kemilau Sulawesi’ di Atrium Royal Plaza Surabaya, Jawa Timur, 11-12 Nopember 2017.

Event ini diikuti oleh seluruh provinsi di Pulau Sulawesi yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo dan 23 Kabupaten/kota.

Kemilau Sulawesi 2017 menampilkan berbagai hiburan, seperti tarian dan musik, stand pameran produk cinderamata, paket destinasi wisata, atraksi budaya, situs sejarah dan juga kuliner Sulawesi.

Selain itu, Kemilau Sulawesi 2017 juga akan dimeriahkan Pemilihan Putri Kemilau Sulawesi 2017.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuty mengatakan, tujuan diadakannya kegiatan Kemilau Sulawesi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) antar kabupaten/kota, antar provinsi dan antar pulau.

Juga meningkatkan minat masyarakat Indonesia untuk melakukan perjalanan wisata di dalam negeri.

“Hingga Agustus 2017, pergerakan wisata nusantara tembus 200 juta pergerakan dari proyeksi 180 juta pergerakan. Karena sasaran dari kegiatan ini adalah meningkatnya citra positif Indonesia sebagai tujuan daerah wisata di kalangan masyarakat Indonesia. Diharapkan juga adanya peningkatan kunjungan wisman ke Sulawesi, serta terdistribusinya pergerakan wisatawan nusantara ke seluruh wilayah di tanah air,” ujar Esthy didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Asdep Segmen Pasar Personal Kemenpar Wawan Gunawan.

Esthy mengungkapkan, wisnus merupakan kekuatan pariwisata nasional karena setiap tahun jumlahnya terus meningkat.

Bila tahun ini wisnus yang mengadakan perjalanan sebanyak 265 juta dengan pengeluaran sekitar Rp241,08 triliun.

Dalam lima tahun ke depan diperkirakan akan menjadi 275 juta perjalanan dengan pengeluaran dua kali lipat lebih besar dibandingkan perolehan devisa dari wisatawan mancanegara/wisman.

Wawan Gunawan menambahkan, berdasarkan data Kementerian Pariwisata, capaian pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Tanah Air selama tiga tahun ini menunjukkan grafik menanjak 25,68%, selama Januari-Agustus 2017.

Dibandingkan dengan pertumbuhan regional ASEAN yang sebesar 7%, maka Indonesia naik 3,5 kali lipat dari rata-rata negara Asia Tenggara.


Feeds