Ketum PBNU: Tolak Full Day School, Tak Ada Kompromi!

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Sirodj. Foto via Jawa Pos

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Sirodj. Foto via Jawa Pos

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil Siraj menolak tegas pemberlakuan Full Day School (FDS) tanpa ada kompromi, tanpa ada dialog.

Said mengungkapkan, sistem FDS itu disebutnya secara tidak langsung akan menggusur Madrasah Diniyah yang ada di seluruh Indonesia.

“Kami dari NU menolak keras. Tidak ada kompromi, tidak ada dialog,” tegasnya, di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (10/8).

PKB dan Muhaimin Iskandar Ancam Presiden Jokowi, Pengamat: Murahan!

Pemberlakukan 5 Hari Sekolah Ditolak Siswa, Ini Alasannya

Ia menuntut pemerintah untuk mencabut kebijakan lima hari sekolah yang tertuang di dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017.

“Pemerintah harus segera mencabut Permendikbud sekolah 5 hari karena itu akan menggusur Madrasah Diniyah yang dibangun oleh masyarakat,” jelasnya.

Sekolah Tidak Aman! KPAI Desak Kemdikbud Tinjau Kebijakan Full Day School

Muhammadiyah Bersikeras Presiden Jokowi Tak Membatalkan Sekolah 5 Hari, Alasannya…

Selain itu, kata Said, dirinya menampik alasan pemerintah bahwa penerapan FDS itu bertujuan untuk penguatan karakter terhadap anak didik.

Pasalnya, lanjutnya, pendidikan pesantren sudah terbukti berhasil membangun bangsa ini.

Mendikbud Muhadjir Effendy, saat berinteraksi dengan murid di Pulau Barrang Lompo. Foto: source for JPNN.com

“Kalau penguatan karakter ya pesantren udah paling efektif dan nyata sejak dulu,” tegas Said.

Berita Rekomendasi

Feeds