Full Day School Bertentangan dengan Semangat Hari Santri Nasional

ilustrasi

ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sistem Full Day School (FDS) yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 terus menuai penolakan.

Terbaru, penolakan pun datang dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang menyebut kebijakan itu adalah sebuah kesalahan.

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siraj menyatakan, FDS itu bertentangan dengan semangat Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober.

Padahal, Hari Santri tersebut adalah manifesto apresiasi negara terhadap peran santri dalam kemerdekaan dan perjuangan bangsa.

Ketum PBNU: Tolak Full Day School, Tak ada Kompromi!

Hal itu kemudian dipatahkan oleh kebijakan FDS yang dibuat oleh Mendikbud Muhadjir Effendy.

“FDS itu bertentangan dengan samangat negara yang mengakui hari santri,” uca Ahmad Athoillah, ketua panitia Hari Santri 2017, saat ditemui di sela-sela grand launching Hari Santri 2017 di lantai 8 Gedung PBNU, Kamis (10/8).

Menurut pria yang akrab disapa Gus Aik itu, ia merasa bahwa kebijakan tersebut sangat merugikan pesantren, khususnya di daerah. 

Berita Rekomendasi

Feeds