Hati-hati! Salah Pakai Lampu Sorot, Bisa Picu Kecelakaan Bermotor

Salah seorang peserta Safety riding cari aman bersama Honda sedang melakukan simulator berkendara yang benar. (FOTO : arh/pojoksatu)

Salah seorang peserta Safety riding cari aman bersama Honda sedang melakukan simulator berkendara yang benar. (FOTO : arh/pojoksatu)

POJOKSATU.id, Bandung – Salah satu penyumbang angka kecelakaan lalu lintas bukan hanya faktor teknis kendaraan. Kelalaian pengendara turut menjadi faktor utama, salah satunya kurang paham dalam penggunaan lampu sorot (lampu jauh) yang menganggu pengendara lain.

Instruktur Safety Riding PT Daya Adicipta Motora (DAM) Jabar, Asep Wawan mengungkapkan, lampu jauh seharusnya digunakan jika tidak ada kendaraan lain dari arah berlawanan.

“Tapi realitanya banyak pengendara yang tidak paham itu. Mereka menyalakan lampu sorot terus-terusan,” ucap Asep saat ditemui disela-sela kegiatan safety riding bertajuk berkendara aman dan nyaman bersama Honda di PT Gistex Textile, Jalan Raya Nanjung, Lagadar, Kabupaten Bandung, Selasa (10/4/2018).

Asep mengungkapkan, penggunaan lampu sorot secara terus menerus bisa menganggu pengendara yang lain.

Alasannya, jika ada kendaraan dari arah berlawanan kemudian terkena sorotan lampu, dalam jarak dua-tiga detik penglihatannya akan buram dan berpotensi mengakibatkan kecelakaan.

“Apabila lampu sorotnya sudah dimodifikasi, itu sangat membahayakan,” papar Asep.

Penggunakan lampu sorot bisa dilakukan saat kendaraan khususnya sepeda motor tidak ada kendaraan di arah berlawanan. Selain itu, lampu sorot juga bisa digunakan saat hendak berbelok sebagai pertanda ada kendaraan.

“Jika, jalanan sepi (arah berlawanan) pengendara bisa gunakan lampu sorot. Jika di depan ada kendaraan matikan, pun seterusnya demikian,” ujar Asep.

Asep menyarankan, pengendara sepeda motor bisa menggunakan lampu sorot dengan bijak tanpa harus mengganggu konsentrasi pengendara lain. “Lebih baik gunakan lampu dekat saja,” pungkasnya.

(arh/dia/pojoksatu)

 

 

 



loading...

Feedss